10 Kesalahan yang Tak Pernah Disadari Pengendara

Safety Driving

10 Kesalahan yang Tak Pernah Disadari Pengendara

Dina Rayanti - detikOto
Jumat, 23 Des 2016 10:35 WIB
10 Kesalahan yang Tak Pernah Disadari Pengendara
Foto: Ariep Nugroho/Pasangmata.com
Jakarta - Sekitar 98 persen kecelakaan lalu lintas terjadi karena ketelodoran pengendara dan juga karena sering mengabaikan hal kecil.

Seperti dilansir drivespark, Jumat (23/12/2016) ada 10 kesalahan yang sering tak pernah disadari oleh pengendara.

1. Menggunakan handphone ketika menyetir.

Foto: Dadan Kuswaraharja
Kesalahan ini paling sering terjadi. Demi membaca sebuah pesan, menelepon, atau tetap update di social media membuat orang untuk membuka handphone ketika menyetir. Penggunaan handphone saat menyetir bisa membuyarkan konsentrasi dan bisa menyebabkan kecelakaan. Saat menelepon, otak kita terbagi menjadi dua yaitu untuk tetap konsentrasi menyetir dan berbicara di telepon.

2. Tidak Menyetel Kaca Spion dengan Benar Sebelum Menyetir.

Foto: Leftlanenews
Pandangan ke spion belakang dan spion samping sering diremehkan oleh para pengendara mobil, padahal ini dapat membantu melihat ada apa di belakang dan samping kita. Dengan menyetel posisi kaca spion, kita bisa mengetahui posisi melihat ke kaca spion dengan baik. Itu sangat penting untuk mencegah tabrakan dari depan, samping, dan belakang.

3. Tak Menyalakan Lampu Sein Saat Belok

Foto: Mitsubishi
Bahkan ada yang menggunakan gestur tubuh dengan mengeluarkan tangan sebelum berbelok. Ini sesungguhnya berbahaya, karena tidak jelas dan membahayakan pengendara lain di sekitar kita.

Setidaknya para pengendara di sekitar kita harus bereaksi ketika mobil di depannya ingin membelok dan tanpa pemberitahuan lewat lampu sein. Tak jarang karena tidak menyalakan lampu sein tabrakan terjadi. Selain itu, pastikan juga mobil mematikan lampu sein ketika telah belok agar tidak membuat kagok pengendara lain di belakang.

4. Tetap menyalakan lampu jauh ketika berkendara.

Ilustrasi jalanan (Foto: Rengga Sancaya)
Hal tersebut bisa mengganggu penglihatan pengendara lain. Karena otomatis mata kita menyipit ketika melihat cahaya yang sangat terang. lampu besar hanya digunakan pada saat jalanan tak memiliki penenangan sama sekali.

5. Posisi duduk yang buruk

Foto: http://www.womenshealthmag.com
Saat mengendara pastikan kita duduk dalam posisi senyaman mungkin. Banyak pengendara yang memundurkan kursinya ke belakang dan merasa bisa mengontrol mobilnya dengan baik. Mengerem dan menginjak kopling bisa jadi lama saat jarak duduk jauh.

Selain itu, duduk dengan posisi nyaman membuat kita malas untuk memperhatikan hal tidak penting di sekitar kita. Duduk dengan posisi nyaman dan dekat dengan semua kontrol berkendara membuat kita lebih cepat bereaksi untuk mengerem dan lainnya.


6. Menyalakan lampu DRL di Malam Hari

Foto: Dina Rayanti
Sesuai namanya Daytime Running Lights (DLR) adalah fitur keamanan yang digunakan pada siang hari agar pengendara lain bisa tahu ada kendaraan Anda. Banyak orang menganggap atau menggunakan DLR untuk dinyalakan di malam hari. Pada dasarnya di kebanyakan mobil DLR lebih redup dari lampu utama, selain itu biasanya di beberapa mobil jika DLR nyala maka lampu belakang jadi tidak nyala.

7. Ngebut saat lampu kuning menyala.

Foto: Rengga Sancaya
Saat lampu lalu lintas berwarna kuning menyala, pengendara seharusnya mengurangi laju kendaraannya bukan malah menambah kecepatannya. Saat lampu hijau berubah menjadi warna kuning banyak pengendara justru menambah kecepatannya daripada mengerem. Ini berbahaya dan tidak seharusnya ditiru, diperlukan kesabaran saat berkendara.

8. Berganti lajur saat berbelok

Foto: Rengga Sancaya
Saat berbelok, berganti lajur merupakan salah satu kesalahan yang biasa terjadi tapi tak pernah disadari pengendara. Dengan tetap berada di lajur yang sedari awal kita lewati lebih aman dan pengendara lain tak kaget dengan perpindahan tiba-tiba itu.

9. Berkendara lambat di jalur cepat.

Foto: Lamhot Aritonang
Lajur-lajur di jalanan sudah didesain sedemikian rupa mulai untuk dilewati yang paling lambat hingga cepat. Mobil-mobil ini tak sadar berada di jalur cepat namun berkendara dengan kecepatan lambat yang menghambat pengendara lain di belakangnya. Sebaiknya kita mengetahui lajur mana yang sesuai dengan gaya berkendara kita agar tidak menghambat pengendara lain.


10. Berhenti tiba-tiba.

Foto: Grandyos Zafna
Kita pasti pernah mengalami kendaraan yang berhenti tiba-tiba. Menghentikan kendaraan secara tiba-tiba tanpa memberi tanda seperti menyalakan lampu hazard merupakan kesalahan terbesar yang dibuat pengendara. Pengendara harusnya menyadari ada kendaraan di belakangnya. Dengan memberi tanda berupa lampu hazard ini menghindari tabrakan dengan pengendara belakang.
Halaman 2 dari 11
(dry/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads