Menurut Wakil Presiden Direktur TAM, Henry Tanoto, MPV masih dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia. Ditambah lagi dengan adanya model MPV LCGC seperti Toyota Calya.
"Kenapa MPV tetap naik? Karena salah satu faktornya karena segmennya Avanza strong sesuai kebutuhan masyarakat. Dan adanya segmen baru seperti Calya itu membuat tumbuhnya MPV masih signifikan," kata Henry di Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Masih tetap dominan dibanding yang lain. MPV tetap nomor 1 karena orang Indonesia melihatnya fungsi 7-seater penting, terus sesuai kondisi jalan, yang harganya affordable itu penting," ujar Henry.
Selain MPV, segmen SUV trennya juga akan meningkat, menurut Henry. Dia menilai, konsumen juga banyak yang menginginkan mobil yang stylish seperti di segmen SUV.
"Trennya konsumen maunya ke arah yang lebih stylish. Saya lihat SUV akan terus berkembang tahun depan,"ujar Henry.
"Sedangkan LCGC, kan LCGC ada hatchback ada MPV, tergantung fungsinya. Tapi saya lihat LCGC akan terus berkembang. Kayak Calya kan tahun ini baru separuh tahun. Tahun depan full. Jadi mungkin kontribusinya akan lebiih tinggi," lanjutnya.
(rgr/dry)












































Komentar Terbanyak
Pajak Avanza di Indonesia Rp 5 Juta, Malaysia Rp 600 Ribu, Thailand Rp 150 Ribu
Mobil Listrik China Murah-murah, Kok Suzuki Pede Jual e Vitara Rp 755 Juta?
Bikin Harga Tambah Mahal, Mobil di Bawah Rp 1 Miliar Diusulkan Tak Kena PPnBM