9 Mobil yang Rentan Diretas

9 Mobil yang Rentan Diretas

Khairul Imam Ghozali - detikOto
Rabu, 14 Des 2016 15:17 WIB
9 Mobil yang Rentan Diretas
Foto: Jeep
Las Vegas - Peretasan atau yang biasa dikenal dengan sebutan 'hacking' dapat terjadi pada setiap sistem teknologi atau sistem lainnya. Dalam hal ini mobil juga tidak terlepas dari kemungkinan terkena peretasan.

Dilansir AutoGuide, Rabu (14/12/2016), Sebuah laporan pada tahun 2014, dari security researchers Charlie Miller of Twitter and Chris Valasek of IOActive, mengatakan bahwa saat ini banyak kendaraan menggunakan sistem komputer yang rentan diretas.

Di 2014, Black Hat security conference di Las Vegas mempresentasikan temuan mereka tentang bagaimana mobil dapat diretas. Secara khusus, para peretas memanfaatkan sistem komputer pada mobil untuk memanfaatkan orang lain dalam hal ini si pemilik kendaraan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut laporan Bankrate, ada beberapa mobil yang paling mudah diretas. Dan mobil-mobil ini merupakan model mobil tahun 2014 dan 2015. Berikut daftarnya.

1. Range Rover Evouqe

Foto: M Luthfi Andika
Produk mewah di segmen crossover ini punya beberapa jaringan nirkabel yang dikatakan peneliti rentan terhadap peretasan termasuk sistem infotainment InControl, jarngan Bluetooth untuk sambungan telepon, remote keyless entry key, on-board cellular network, serta Wi-Fi radio.

2. Chrysler 300

Foto: Istimewa
Sistem infotainment Uconnect yang ada dalam Chrysler 300 merupakan kerentanan yang paling signifikan terkena peretasan. Namun saat ini sistem tersebut sudah diperbaiki oleh produsen.

3. BMW X3

Foto: BMW
Para peneliti mengatakan bahwa BMW X3 termasuk kendaraan yang mudah diretas dengan berbagai cara, yang dapat mengganggu keamanan sistem komputer di dalamnya. Sistem ConnectedDrive BMW salah satu yang rentan terkena peretasan. Membuat seseorang dapat meretas sistem bluetooth mobil atau on-board Wi-Fi.

4. Ford Fusion

Foto: Ford
Menurut laporan terbaru dari Jerman, beberapa peretas dapat mengakses kendaraan melalui peretasan radio yang meniru kunci fob pemilik kendaraan. Kemungkinan peretasan terjadi dari sistem baru SYNC3 yang terdapat pada mobil ini.

5. Toyota Prius 2010

Foto: Dok. Toyota
Pada mobil ini ada beberapa masalah potensial untuk diretas, seperti Bluetooth, radio AM/FM/XM, remote keyless entry, Cellular, proprietary radio, dan Safety Connect system. Selain itu para peneliti juga menemukan bahwa Adaptive Cruise Control, sistem self-parkir, dan sistem pre-collision pada mobil ini juga bisa berisiko terkena peretasan.

6. Toyota Prius 2014

Foto: Toyota Motor Corporation
Sama halnya dengan Toyota Prius 2010, model 2014 ini juga memiliki beberapa kerentanan terkena peretasan. Kerentanan utama pada mobil ini terdapat pada rem dan kemudi yang ada pada jaringan yang sama dengan Bluetooth, sehingga sangat berisiko jika Bluetooth diretas.

7. Infiniti Q50

Foto: Infiniti
Mobil ini memiliki teknologi yang cukup canggih, termasuk sistem steer by wire yang unik. Namun para peneliti menganggap, dengan teknologi yang makin canggih, risiko keamanan pun makin besar. Dalam sistem jaringan Q50 ini, radio dan komponen telematik langsung terhubung dengan mesin dan sistem pengereman. Dan hal tersebut akan menjadi risiko yang cukup serius.

8. Cadillac Escalade 2015

Foto: Istimewa
Kebanyakan mobil GM disertai oleh fitur layanan yang disebut OnStar. Fitur ini memang memiliki berbagai manfaat seperti remote unlock, pengapian, dan manfaat lainnya. Namun fitur tersebut dapat menyebabkan eksploitasi serius, karena berjalan pada jaringan nirkabel. Kekhawatiran lainnya adalah sistem bluetooth dan telematika berada pada jaringan yang sama, sperti rem, kemudi, dan mesin.

9. Jeep Cherokee

Foto: Jeep
Mobil ini merupakan model pertama yang terkena kasus peretasan. Peneliti Charlie Miller of Twitter dan Chris Valasek of IOActive telah mendokumentasikan seluruh proses peretasan pada model ini. Setelah FCA diperbarui dan diperbaiki, eksploitasi digunakan oleh peneliti, tim telah mendokumentasikan jenis akses yang digunakan peretas untuk dapat mengambil alih kendali mobil. Rem, mesin, dan sistem kemudi bisa terkena, meninggalkan potensi kereentanan dalam sistem bantuan driver seperti adaptive cruise control, bantuan parkir, mitigasi kecelakaan dan lane-departure warning.
Halaman 2 dari 10
(khi/rgr)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads