Prototipe kendaraan niaga multiguna ini diharapkan dapat mendorong kegiatan ekonomi di pedesaan, termasuk bagi sektor industri kecil dan menengah.
Kementerian Perindustrian bersama sejumlah pelaku industri otomotif dan akademisi telah berkomitmen untuk mempercepat pengembangan kendaraan pedesaan. Kesepakatan ini dituangkan dalam penandatanganan MoU antara Kemenperin dengan Institut Otomotif Indonesia (IOI) dan 22 perguruan tinggi dalam upaya penguatan industri kecil dan menengah di sektor otomotif, peningkatan kapasitas SDM industri otomotif serta pengembangan kendaraan pedesaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Made menambahkan jika sudah ada prototipenya, maka Kemenperin dan IOI baru mempersiapkan produksi massal.
"Saat platformnya siap, baru kita pikirkan untuk produksi massalnya. Mesinnya seperti apa, jaringannya seperti apa, dan spare part-nya bagaimana," tambah Made.
(lth/ddn)












































Komentar Terbanyak
Pajak Avanza di Indonesia Rp 5 Juta, Malaysia Rp 600 Ribu, Thailand Rp 150 Ribu
Mobil Listrik China Murah-murah, Kok Suzuki Pede Jual e Vitara Rp 755 Juta?
Bikin Harga Tambah Mahal, Mobil di Bawah Rp 1 Miliar Diusulkan Tak Kena PPnBM