Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kementrian Perindustrian, I Gusti Putu Suryawirawan, dalam hal ini mengatakan industri otomotif berperan penting untuk Indonesia.
"Saat ini kontribusi industri pada PDB (Produk Domestik Bruto) kita (di Indonesia), itu 18 persenan. Dari 18 persenan itu, 5 persennya berada di lingkup Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika, tapi jangan salah alat transportasi ini ada darat, laut dan udara. Nah dari alat transportasi yang banyak itu, boleh dikatakan hampir separuhnya itu dari industri otomotif jadi kita bisa bayangkan betapa pentingnya industri alat transportasi darat ini atau otomotif pada perekonomian nasional kita," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di samping industrinya sudah cukup mapan, dengan industri komponennya juga cukup banyak, juga industri-industri jasa penunjangnya, yaitu perbengkelannya," ucapnya.
Selain itu Putu juga mengatakan sebelum adanya krisis, peran industri pada PDB di Indonesia hampir mencapai 30 persen, dan saat itu Indonesia tinggal selangkah lagi menjadi negara industri.
"PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) mengatakan suatu negara yang kontribusi industrinya sudah di atas 30 persen sudah dapat dikatakan sebagai negara industri. Pada waktu itu kita mau lepas landas, ternyata yang terjadi sekarang mengecil. Sekarang kontribusi industri pada PDB kita di bawah 20 persen, tinggal 18 persenan," tambah Putu. (rgr/ddn)












































Komentar Terbanyak
Agrinas Juga Impor Motor Roda Tiga untuk Kopdes Merah Putih
Muncul Dugaan Indonesia Dijadikan 'Tong Sampah' Pickup India
Pabrik di RI Bisa Produksi 400 Ribu Pick Up, Nggak Perlu Impor untuk Kopdes