"Jadi produk range kami sudah lengkap, kami ingin memperkuat semua lininya. Tapi SUV masih secara pasar trennya cukup tinggi dibanding sedan dan lainnya ini tren market. Dengan infrastruktur yang ada, masih ada jalan berlubang, lalu banjir, jadi konsumen lebih feel safe dengan mobil yang tinggi tapi juga secara kenyamanan tetap kayak sedan. Kalau dilihat, SUV kami sudah senyaman sedan," ujar Deputy Director Sales Operation Mercedes Benz Passenger Car and Network Development Mercedes-Benz Indonesia Kariyanto Hardjosoemarto, di Ciputra Artpreneur, Jakarta, Rabu (23/11/2016).
Kontribusi SUV ke penjualan Mercy sudah mencapai 35 persen, naik dibandingkan tahun lalu yang hanya 28 persen. Model yang paling laris adalah GLE dan GLC.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kerry menambahkan hingga bulan Oktober kemarin, penjualan ritel Mercedes-Benz Indonesia mencapai 2.724 unit. Angka tersebut diklaim stagnan jika dibandingkan tahun lalu. Menjelang akhir tahun pihak Mercy berharap akan tumbuh lebih positif lagi. Tentunya dengan berharap pada penjualan mobil SUV yang sedang bagusnya di Indonesia.
"Unitnya itu kami jual 2.724 unit itu retail ya, itu flat dibandingkan tahun lalu sampai Oktober. Tapi kami yakin di November dan Desember ini kami akan naik karena kami mulai mengirimkan kendaraan new E-Class kami. Jadi kami harapkan sampai akhir tahun, kami ingin membukukan pertumbuhan positif ya," kata
Penjualan terbesar masih ditopang oleh model C-Class dan CLA. Di tahun 2017, pihak Mercy menuturkan penjualanya akan tetap tumbuh meskipun sedikit.
"Masih tetap tumbuh (tahun depan), tapi kayanya moderat yah, kecil. Mercy fiskal year, tahun ini kan baru sampe Oktober yah, year to date Oktober itu naiknya kecil sekali, hanya 0,3 persen," tutur Kerry.
(dry/ddn)












































Komentar Terbanyak
Agrinas Juga Impor Motor Roda Tiga untuk Kopdes Merah Putih
Pabrik di RI Bisa Produksi 400 Ribu Pick Up, Nggak Perlu Impor untuk Kopdes
Biar Dapet Rp 10 Juta/Bulan, Ojol Harus Ambil Berapa Orderan?