Kedatangan para risers disambut dengan tarian Melinting, yang merupakan tarian khas dari desa Wana untuk menyambut para tamu. "Tariannya juga pake saweran carug atau beras kunir, mitosnya untuk keselamatan penari, tamu dan masyarakat. Dan tempat carugnya juga khusus namanya Cening," ujar Kepala Desa Wana, Muniayah saat ditemui, Sabtu (12/11/2016).
Selain untuk menyambut para tamu, tarian ini juga merupakan tarian untuk acara-acara adat. "Sudah turun menurun yah, untuk acara perkawinan, sunat, hajatan dan lainnya," ucap Muniayah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kebanyakan yang masak itu laki-laki, seperti Pengecangan dan Cobek, laki-laki yang sudah menikah punya anak 1 atau 2 anak. Karena kalau perempuan yang masak beda rasanya, dan memang sudah adat juga," kata Tokoh Kebudayaan Desa Wana, Iskandar Zulkarnain.
"Kalau tarian karena gua kan tinggal di Lampung emang ciri khas. Tapi kalau makanan sendiri paling khas seruit, kaya bikinnya di masak pake kecombrang, rasanya unik karna bumbunya khas juga. Dan kayanya sih ga ada yah, di temuin di daerah lain," ujar Yogi septian RD, riser asal Lampung. (ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Pajak Avanza di Indonesia Rp 5 Juta, Malaysia Rp 600 Ribu, Thailand Rp 150 Ribu
Mobil Listrik China Murah-murah, Kok Suzuki Pede Jual e Vitara Rp 755 Juta?
Bikin Harga Tambah Mahal, Mobil di Bawah Rp 1 Miliar Diusulkan Tak Kena PPnBM