Ferrari Bikin SUV di Jawa Timur?

Rois Jajeli - detikOto
Rabu, 02 Nov 2016 21:15 WIB
Foto: Dadan Kuswaraharja
Surabaya - Ferrari disebut Gubernur Jawa Timur Soekarwo sangat serius ingin menanamkan investasinya di Jawa Timur. Ferrari kabarnya berniat untuk membangun pabrik spare part mobil kelas premium, mobil SUV hingga produk elektronik.

Ferrari sudah menerjunkan timnya untuk survei lahan 2.000 hektar dan rencananya penyusunan detail engineering design (DED) akan dimulai tahun 2017.

"Ini serius. Tahun depan mungkin mulai DED," kata Gubernur Jawa Timur Soekarwo di gedung negara Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Rabu (2/11/2016).

Ia yakin, Ferrari tetap investasi di Jawa Timur dan tidak akan ke daerah lain atau negara lain, karena sudah melakukan MoU dengan Ferrari pada tahun ini. "Kan sudah MoU tentang investasi. Nanti detailnya digarap oleh official meeting," tuturnya.

Kabarnya, investasi dari Ferrari sekitar Rp 70 triliun. Ketika ditanya berapa tenaga kerja yang akan terserap dengan kehadiran investasi Ferrari.

"Engko ae lah (nanti saja lah). Seng penting Ferrari oke. Baru namanya official meeting. Lingkaran kedua merumuskan, timnya nanti merumuskan investasi, apa-apa dilihat. Itu pasar mau dijual ke mana," tandasnya.

Kabarnya Ferrari membutuhkan lahan yang sangat luas hingga 2.000 hektar. Lahan yang diminta adalah dekat dengan area penghasil garam. Kabarnya garam tersebut untuk memperkuat kualitas baja yang digunakan spare part mobil kelas premium hingga spare part.

"Dia (Ferrari) mintanya harus dekat dengan garam. Mintanya dekat dengan Madura, dekat dengan garam. Untuk membangun baja kelas satu, harus dicampur dengan garam dari sisi teknologi," ujarnya.

"Kenapa dia butuh garam, karena untuk mengolah metalurgi baja dengan garam agar tahan karat. Makanya, industri-industri yang bagus kan bajanya nggak karatan. Peralatan tempur, alutsista rata-rata kuat terhadap korosi," terangnya.

Lahan 2.000 hektar yang dibutuhkan Ferrari kabarnya akan digunakan investasi untuk 11 bidang produksi seperti dari spare part mobil kelas premium, mobil SUV hingga produk elektronik.

"Macam-macam ada 11 (bidang usaha). Ada konten, spare part untuk Italia dan Inggris bisa dibuat disini, nanti dikirim ke sana. Banyak sekali ," tandasnya.

Perwakilan Ferrari sendiri sudah membantah adanya kabar pembangunan pabrik ini. "Tidak ada kabar itu," ujar perwakilan Ferrari Jakarta.

Yang pasti jika memang Ferrari memproduksi mobil SUV di Jawa Timur, Ferrari akan mencetak sejarah dan keluar dari khittahnya sebagai produsen mobil sport. Dalam beberapa kali kesempatan Chairman Ferrari yang juga CEO Fiat Chrysler Automobiles Sergio Marchionne, menolak tegas mobil listrik dan Sport Utility Vehicle (SUV) untuk mobil Ferrari.

"Kalau Ferrari itu kita kan tetap berpatokan pada DNA kita, DNA dan karakternya mobil itu sendiri sebetulnya darahnya seperti apa. Kalau dunia balap, kita akan adopsi sesuatu teknologi dari dunia balap. Dan kita akan jaga terus karakternya. Jelas, Ferrari pasti premium segmen," ujar CEO Ferrari Jakarta, Arie Christopher.

Kalaupun ingin mobil yang berasa agak sedikit SUV, Ferrari menyiapkan GTC4Lusso.
(roi/ddn)