Turnamen telah berlangsung sejak 18 April 2016 yang melewati tujuh babak penyisihan di tujuh kota, Medan 27-30 Juli (527 peserta), Solo 24-27 Agustus (653 peserta), Semarang 7-10 September (556 peserta), Palembang 14-17 September (606 peserta), dan Jakarta 9-15 Oktober (1.340 peserta). Total 4.903 peserta termasuk beberapa warna negara asing (WNA), seperti Malaysia, Prancis, dan Swedia.
Pada turnamen ini dibagi dalam beberapa kelompok, untuk anak-anak, pemula, remaja, taruna, dewasa, dan Veteran. Untuk kategori juara remaja dan taruna diundang secara khusus untuk putaran final di Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bulutangkis dipilih sebagai olahraga populer di Indonesia menjadi pilihan yang tepat sesuai dengan slogan Daihatsu Sahabatku," ujar Marketing Director PT Astra Daihatsu Motor, Amelia Tjandra.
Turnamen ini akan memperbutkan total hadiah Rp 585 juta. Melihat antusiasme masyarakat yang baik, 'Daihatsu Astec Open', rencananya akan kembali di gelar tahun depan, di tujuh kota, yaitu Pekanbaru, Lampung, Balikpapan, Makassar, Semarang, Malang, dan Jakarta
"Kami ingin berkontribusi untuk negara ini melalui sponsorship bulutangkis, karena bulutangkis adalah olahraga terpopuler nomor 2 di Indonesia. Sebagai brand yang mengampanyekan sahabat, Daihatsu Sahabatku, program ini adalah salah satu bentuk aktifitas untuk menjadi sahabat dari bangsa Indonesia, jadi tidak ada kaitannya dengan penjualan," tutur Amelia.
Lanjut Amel mengakui memang market share ADM meningkat dan melampaui target 15%. Namun hal tersebut merupakan hasil dari kerjasama tim.
"Ternyata saat ini kita mencapai 17.2 %, dan kami bersyukur salah satu keberhasilan kita adalah kekompakan tim, tidak mungkin pencapaian ini cuma hanya karena head office saja, tapi dari segala lini. Termasuk outlet2 di seluruh Indonesia mengikuti arahan yang di buat head office," tambah Amel. (ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Tukang Tambal Ban Pungut Pelat Nomor Terbawa Banjir, Minta Tebusan Rp 50 Ribu
Lawan Arah di Malaysia Didenda Rp 60 Juta, di Indonesia Cuma Rp 500 Ribu
Pengendara Singapura Banyak yang Mau Balik Beli Mobil Bensin