Salah Pakai Data Konsumsi BBM, Produsen di Jepang Bakal Didenda

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Senin, 19 Sep 2016 09:09 WIB
Foto: Response
Tokyo - Pemerintah Jepang menganggap penting konsumsi bahan bakar kendaraan bermotor yang diklaim setiap pabrikan. Produsen otomotif yang menggunakan data konsumsi BBM yang tidak sesuai dengan faktanya bakal diganjar denda.

Diberitakan Reuters, Senin (19/9/2016), Menteri Transportasi Jepang menyampaikan, jika produsen otomotif menggunakan data efisiensi bahan bakar yang tidak sesuai maka akan didenda 300.000 yen (Rp 38 jutaan) per jenis kendaraannya. Ini dilakukan demi menghindari terulangnya skandal kecurangan Mitsubishi Motors Corporation dalam mengklaim data konsumsi BBM.

"Denda 300.000 yen mungkin rendah ... tapi itu bagian dari rangkaian hukuman," kata Takao Onoda recall director Kementerian Transportasi Jepang.

Sementara itu, Mitsubishi telah diminta untuk menghentikan penjualan empat mobil kecil setelah terbukti menggunakan data efisiensi bahan bakar yang tidak sesuai. Kemungkinan Mitsubishi juga akan menghentikan penjualan lebih dari delapan model lagi untuk melakukan koreksi data konsumsi BBM.

"Dampak dari penghentian penjualan akan signifikan untuk produsen mobil apa pun," kata Onoda.

Kementerian Transportasi Jepang telah meminta Mitsubishi untuk mengirimkan langkah-langkah tambahan pada akhir September untuk mencegah praktik pemalsuan data konsumsi BBM.

"Ini akan menjadi kesempatan terakhir bagi Mitsubishi untuk mengubah budaya operasionalnya. Jika gagal kali ini, bisa kehilangan kepercayaan industri otomotif," kata Menteri Transportasi Jepang, Keiichi Ishii. (rgr/ddn)