Pimpinan BMW Pecah Soal Mobil Listrik?

M Luthfi Andika - detikOto
Minggu, 11 Sep 2016 10:01 WIB
Foto: BMW
Munich - Melihat kesuksesan Tesla dengan mobil listriknya, membuat banyak pabrikan yang mulai mempercepat program mobil listriknya.

Bayangkan saja, mobil listrik teranyar Tesla yakni Model 3 sudah mendapatkan pesanan pre order hingga 400.000 unit untuk Model 3. Angka ini jelas membuat pabrikan lain 'ngiler' dibuatnya.

Seperti dilansir Reuters, Minggu (11/9/2016), hal ini juga membuat BMW gregetan untuk bisa melahirkan banyak mobil listrik, termasuk juga mobil listrik untuk MINI.

Produsen Jerman lainnya, seperti VW sudah terang-terangan akan memperkenalkan setidaknya 30 unit mobil listrik terbaru pada akhir tahun 2017 mendatang. Dan siap mengirimkan ke tangan konsumen pada 2025 mendatang. Sementara Daimler akan membuat setidaknya 6-9 model listrik baru.

Namun sayang ada kabar tidak sedap yang hinggap di BMW. Para bos BMW rupanya terpecah atau beda pendapat soal mobil listrik. Terutama setelah melihat penjualan mobil listrik i3 yang tidak terlalu memuaskan.

Mobil listrik perkotaan itu hanya bisa terjual sekitar 25.000 unit di akhir tahun lalu. Untuk mendorong penjualan BMW baru-baru ini mempermak i3 dengan memasang baterai baru yang memiliki daya jelajah lebih jauh.

Chairman BMW Norbert Reithofer, di satu sisi selalu mendesak CEO BMW Harald Krueger untuk lebih memperkuat line up listrik. Namun eksekutif senior lain malah tidak ingin memberikan terlalu banyak sumber daya untuk pengembangan mobil listrik. Demikian menurut sumber Reuters di BMW yang enggan disebutkan namanya.

Deadlock keputusan di puncak BMW ini kabarnya membuat beberapa anggota dewan menolak menghadiri pameran Paris Motor show. Biasanya 8 anggota dewan BMW, termasuk CEO dan chief financial officer selalu menghadiri jumpa pers Paris Motor Show.

Tapi tahun ini hanya Ian Robertson, anggoa dewan untuk sales dan pemasaran yang akan hadir di Paris. Sementara yang lain akan mengikuti pertemuan perusahaan di akhir September.

Mereka akan mencoba mendapatkan kesepakatan untuk strategi mobil listrik, termasuk soal membangun mobil listrik MINI.

BMW sendiri menolak berkomentar secara resmi pada kabar ini.

"Bagaimana perusahaan berekspansi ke segmen mobil listrik yang merugi sementara di sisi lain harus mempertahankan profitabilitasnya. Itu pertanyaan penting yang harus dihadapi manajemen sekarang," ujar seorang sumber. (lth/ddn)