Dengan aturan yang baru produsen bisa memberikan informasi kepada para konsumen terkait penarikan dengan alasan keselamatan melalui email atau perangkat elektronik lainnya.
Aturan ini memang belum resmi baru diumumkan di pemerintah federal setempat tapi diharapkan bisa meningkatkan jumlah konsumen yang melakukan recall dan juga diproses lebih cepat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun dengan aturan baru ini memaksa para produsen mobil memberikan informasi melalui semua media elektronik seperti sistem infotainment di dalam mobil, SMS, bahkan melalui sosial media.
Aturan ini dibuat karena banyaknya penarikan yang dilakukan produsen mobil dan akan menimbulkan dampak yang buruk kepada konsumen apabila tidak dibetulkan seperti kasus airbag Takata.
Dikutip dari Automotive News, saat ini penarikan melalui email baru efektif sekitar 55-75 persen tergantung jenis kendaraan dan permasalahannya. NHTSA menginginkan dengan aturan baru ini bisa mendekati 100 persen. Selama lebih dari lima tahun 169 juta unit mobil telah dilakukan penarikan.
Agar sistem ini terbukti berbeda dan bisa berhasil, NHTSA mencontoh Tesla. Produsen mobil listrik ini menginformasikan penarikkan kepada semua konsumennya melalui email 2 minggu sebelum penarikan.
"Para konsumen akan mendapatkan keuntungan dari pengurangan mobil-mobil yang tidak sepenuhnya berfungsi dengan baik di jalan. Selain itu mengurangi angka kecelakaan dan juga kematian yang bisa disebabkan cacatnya salah satu komponen yang ada di mobil," ungkap NHTSA.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Habis Ngamuk Ditegur Jangan Ngerokok, Pemotor PCX Kini Minta Diampuni
Viral Lexus Berpelat RI 25 Potong Antrean di Gerbang Tol
Kursi Depan JakLingko untuk Prioritas, Tak Semua Orang Boleh Duduk