"Hasil investigasi kami menyatakan efisiensi bahan bakar pada delapan model itu 8,8% dan rata-rata 4,2% lebih rendah dibandingkan yang diiklankan," ujar Kementerian Transportasi Jepang dalam pernyataannya seperti dikutip BBC, Rabu (31/8/2016).
Kementerian Transportasi Jepang meminta Mitsubishi untuk menghentikan penjualan delapan model itu di pasar domestik Jepang hingga perusahaan menampilkan angka yang tepat. BBC menulis, beberapa kendaraan dari 8 model yang terlibat termasuk Pajero, Outlander dan RVR.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akibat skandal ini, di bulan Mei, Presiden Mitsubishi Tetsuro Aikawa mengundurkan diri.
Skandal ini menyebabkan Mitsubishi harus menunda penjualannya selama hampir tiga bulan dan juga harus menghadapi penurunan penjualan yang cukup drastis. Mitsubishi saat ini mendapat bantuan dana dari Nissan yang telah menyetujui untuk mnegontrol sepertiga saham sekitar US$ 2,2 miliar.
Pihak Mitsubishi mengatakan pada bulan lalu, penjualan domestik yang sedikit menyebabkan turunnya laba hingga 75 persen pada kuartal pertama, sementara itu hasil dari kecurangan sekitar US$ 1,24 miliar di kuartal pertama. (rgr/ddn)












































Komentar Terbanyak
Biar Dapet Rp 10 Juta/Bulan, Ojol Harus Ambil Berapa Orderan?
Perpanjang STNK Tahunan dan 5 Tahunan, Duitnya Buat Apa?
Permintaan Maaf Pemobil yang Konvoi Zig-zag di Tol Becakayu