Toyota Indonesia pun bekerja sama dengan sektor akademisi dan pemerintah untuk melakukan berbagai macam studi demi melahirkan kendaraan berbahan-bakar baru dan terbarukan yang sesuai dengan kondisi dan potensi Indonesia. Selaras dengan kebijakan Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) dan Rencana Umum Energi Daerah (RUED).
"Toyota sudah memiliki teknologinya (melahirkan mobil yang ramah lingkungan-Red). Kamu maunya apa (teknologi ramah lingkungan yang akan dibawa ke Indonesia-Red)?" ujar Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Warih Andang Tjahjono, di Jepang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sehingga, tidak hanya mengenai teknologi di mobil itu sendiri seperti durabilitas, namun juga mengenai kualitas bahan bakar baru dan terbarukan, jarak tempuh, hingga ketersediaan infrastruktur pengisian bahan bakar baru dan terbarukan.
"Kami juga sudah memproduksi mobil dengan standar Euro4 untuk ekspor," kata Warih.
Sebagai catatan, pabrik-pabrik mesin Toyota Indonesia di Sunter dan Karawang saat ini telah mampu memproduksi mesin mobil berbahan baku ethanol yang ditujukan untuk pasar ekspor seperti Argentina.
Ekspor mesin ethanol ini sudah dimulai sejak tahun 2010. Mesin ethanol buatan TMMIN ini dapat digunakan untuk bahan bakar ethanol 100. Di luar itu, Toyota juga memasarkan 3 model hybrid di Indonesia, yaitu Prius, Camry dan Alphard. (lth/rgr)












































Komentar Terbanyak
Resmi Turun, Ini Harga BBM Se-Indonesia Juli 2026
Pemilik Kendaraan yang Belum Bayar Pajak Didatangi Petugas Samsat
Jangan Campur Pertalite dengan Pertamax Turbo, Pokonya Jangan!