Didik Mahasiswa D1, Toyota Kucurkan Rp 140 Miliar

Didik Mahasiswa D1, Toyota Kucurkan Rp 140 Miliar

M Luthfi Andika - detikOto
Jumat, 26 Agu 2016 12:30 WIB
Didik Mahasiswa D1, Toyota Kucurkan Rp 140 Miliar
Foto: M Luthfi Andika
Karawang - Pencarian sumber daya manusia (SDM) yang terbaik di Indonesia bukan hal yang main-main. Toyota saja menggelontorkan dana hingga Rp 140 miliar untuk membangun akademi.

"Untuk bisa menciptakan Toyota Indonesia Akademi itu mencapai Rp 140 miliar. Rp 70 miliar di tahap pertama (2015-2016), Rp 70 miliar di tahap kedua (2016-2018)," ujar Direktur Administrasi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia Bob Azam di Karawang, Jabar.

Akademi itu mencetak mahasiswa strata D1 yang akan dipakai oleh Toyota. Dia yakin, investasi sebesar itu nantinya akan memberikan imbal balik untuk Toyota.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau mau berkembang ya kita harus berinvestasi. Contoh maintenance, pasti ada saja mesin yang berhenti. Di Toyota saja mesin yang berhenti itu sekitar 1 persen, tapi kalau kita lihat di supplier kita bisa 5 persen. Otomotif kan ada perusahaan besar dan kecil, coba bayangkan kalau mesin mati ini ditambahkan, bisa sampai 20 persen (kerugian), itu baru dari mesin maintenance-nya belum aspek logistiknya, dan tidak bekerja, berapa kali dijumlahkan kerugian kita," ujar Bob.

Agar sebuah mesin bisa 100 persen berjalan dibutuhkan perawatan. Agar pabrik bisa efisien, perawatan dan logistiknya harus efisien hingga 30 persen.

"Bagaimana kita bisa prediksi kalau mesin ini akan mati. Kalau tidak belajar bagaimana? Pertanyaannya, ada tidak sekolah maintenance? Makanya kami melahirkan Toyota Indonesia Akademi, dengan adanya ini kita harapkan adanya transfer teknologi. Ya salah satunya pengembangan SDM, karena kan kita menggunakan mesin-mesin terbaik," tambahnya.

Tpi apakah Toyota tidak takut, jika para siswa mereka memilih untuk tidak bekerja di Toyota?

"Pasti ada seperti itu, tapi mereka akan kita kasih value. Tapi kalau perusahaannya baik, setelah waktu tertentu ya mereka bisa saja pindah. Tapi kita lebih senang yang menyerap itu supplier kita," tutup Bob.

(lth/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads