"Bukan sesuatu yang baik untuk industri otomotif. Kalau beli sesuatu harus ada modal, kalau tanpa modal ya bahaya," ujar Operation Manager Jawa Barat Auto2000 Gondo Handoko ketika ditanya detikOto soal wacana ini.
"Karena kemampuan dia untuk membeli mobil yang dipaksa ngambil (kredit) itu dia nanti sanggup gak bayar," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gondo pun turut mengkhawatirkan soal jangka waktu kredit yang terlalu lama. "Ada wacana untuk jadi 8 tahun. Mobil dipakai selama itu sudah seperti apa, kalau dipakai pemiliknya kasihan, karena servisnya jadi banyak (keluar uang)," ujarnya.
Gondo menyarankan tenor kredit tetap 5 tahun saja. "Maksimal 5 tahun cuma ganti oli Rp 500.000, kalau 8 tahun servisnya bisa jutaan," tutupnya. (ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Impor Pickup India Disebut Lebih Murah, Segini Harganya
Ini Dia Wujud Pick Up India yang Sudah Berstiker Koperasi Merah Putih
Meski Ditunda, Pick Up Mahindra Buat Kopdes Sudah Tiba di Priok