CEO Mundur, Suzuki Indonesia: Takkan Mengubah Banyak

CEO Mundur, Suzuki Indonesia: Takkan Mengubah Banyak

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Kamis, 09 Jun 2016 13:08 WIB
CEO Mundur, Suzuki Indonesia: Takkan Mengubah Banyak
Foto: dok detikOto
Jakarta - Sang 'ayah' dari Suzuki Motor Corporation (SMC), Osamu Suzuki (86 tahun) mundur dari jabatannya sebagai CEO SMC. Suzuki Indomobil Sales (SIS) sebagai agen pemegang merek Suzuki di Indonesia mengatakan, mundurnya Osamu Suzuki tak berdampak pada apa pun.

Hal itu disampaikan oleh 4W Deputy Managing Director PT Suzuki Indomobil Sales Davy J Tuilan. Menurut Davy, mundurnya Osamu Suzuki tidak akan mengubah banyak.

"Menurut saya dengan beliau mundur dari CEO tidak terjadi apa-apa sih," kata Davy, Kamis (9/6/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebab, kata dia, sistem manajemen di Suzuki sudah sangat kuat. Menurut Davy, pemimpin baru SMC nantinya, tetap akan meneruskan visi-misi Suzuki yang sudah ada.

"Sistemnya Suzuki sudah sangat kuat. Jadi, siapa pun di balik kepemimpinanya tidak akan mengubah banyak," kata Davy.

Osamu sebenarnya lahir dengan nama Osamu Matsuda. Hidupnya mulai berubah setelah menikah dengan istrinya Shoko Suzuki yang merupakan cucu dari pendiri Suzuki Motor Corp Michio Suzuki. Osamu kemudian mengganti namanya menjadi Suzuki dan bergabung dengan Suzuki pada 1958.

Selama hampir 40 tahun kepemimpinannya, Osamu mengubah wajah Suzuki dari yang tadinya muram menjadi salah satu produsen mobil terbesar di dunia. Salah satu strategi yang berhasil adalah dengan memasuki pasar India di 1980-an. Dimana Suzuki saat ini masih menguasai pasar di sana.

Tahun lalu, Osamu mulai mengurangi kewenangannya. Osamu melepas jabatan presiden Suzuki Motor Corp, dan menyerahkan jabatan itu pada sang anak Toshihiro Suzuki. Sementara jabatan chairman dan CEO tetap dipegang oleh Osamu Suzuki. Sedangkan sang anak, Toshihiro selain menjabat presiden Suzuki, juga mengurusi soal operasional perusahaan.

Ada beberapa alasan yang membuat pria itu tidak melepas begitu saja semua pekerjaannya pada si anak.

"Kalau saya tidak berbicara banyak dan berhenti bekerja, saya akan menderita demensia. Jadi saya akan tetap bekerja semampu saya," ujarnya.

Kini, menyusul skandal konsumsi BBM yang dialami beberapa produsen Jepang, Osamu harus mundur.

(rgr/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads