Hingga kini, belum semua pemilik mobil Honda yang ditarik itu mengunjungi bengkel untuk penggantian komponen. Menurut Direktur Pemasaran dan Layanan Purna Jual HPM, Jonfis Fandy, pihaknya hingga saat ini masih berusaha memanggil konsumennya. Dia berharap agar pemilik mobil yang ditarik itu langsung mengunjungi bengkel sepecaptnya.
"Kita juga masih terus panggil konsumen via direct maupun rilis. Mudah-mudahan yang baca datang, jangan dilewatkan," kata Jonfis di Bandung, kemarin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Indonesia kan luas, bukan cuma Indonesia, setiap negara itu kalau recall tidak 100 persen. Tapi usaha kita ada, kita kirim press release, kita tidak khawatir dikambinghitamkan, komunitas pun kita kirim. Tapi tetap saja ada yang miss juga. Kalau dipanggil lagi untuk diingatkan lagi ya tidak maslah. Karena free itu," sebut Jonfis.
Dia melanjutkan, penarikan akibat airbag Takata yang bermasalah lebih darurat dibanding penarikan akibat isu lainnya. Sehingga, pemilik mobil diminta untuk datang ke bengkel segera.
"Masalahnya takata airbag lebih urgent dibanding recall lain. Jadi kami sangat menyarankan untuk secepatnya datang (ke bengkel)," ucapnya.
Proses penggantian komponen airbag inflator pada semua mobil konsumen yang teridentifikasi dilakukan tanpa pengenaan biaya apa pun. Kampanye penggantian komponen ini mulai dilaksanakan pada 21 Maret 2016 yang dilakukan secara bertahap di seluruh dealer resmi Honda di Indonesia. Proses penggantian komponen ini berlangsung kurang lebih selama 1-2 jam.
Adapun mobil Honda yang terpengaruh adalah:
- 2.856 unit Honda Accord produksi 2004 β 2007
- 16.276 unit Honda Civic produksi tahun 2002 β 2011
- 41.538 unit Honda City produksi tahun 2004 β 2013
- 104.651 unit Honda CR-V produksi tahun 2002 β 2012
- 199.167 Honda Jazz produksi tahun 2004 β 2014
- 2.526 unit Honda Stream produksi tahun 2002 β 2006. (rgr/ddn)












































Komentar Terbanyak
Ribuan Pikap India buat Kopdes Merah Putih Telanjur Masuk Indonesia
Warga Ngeluh Bayar Pajak Kendaraan Dipersulit, 'Nembak' KTP Asli Rp 700 Ribu
Konversi 120 Juta Motor Bensin ke Listrik Terancam Gagal, Cuma Jadi Ilusi