Dengan membeli 34 persen saham Mitsubishi senilai 237 miliar yen atau Rp 29 triliun, Nissan bisa menempatkan jajaran kursi direksi dan menunjuk posisi Chairman. Nissan juga akan diuntungkan dengan kuatnya posisi Mitsubishi di kawasan Asia Tenggara seperti Indonesia, dimana truk-truk Mitsubishi bisa ditemui dengan mudah di jalanan.
Itulah pendekatan yang sama dilakukan Carlos Ghosn di tahun 1999 lalu kala dia dan Renault-nya menguasai Nissan. Seperti Mitsubishi, Nissan di tahun 1990an juga mengalami kesulitan. Jadi Nissan pun paham bagaimana rasanya berdiri di posisi Mitsubishi saat ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meskipun mengontrol Mitsubishi, Nissan berjanji akan mempertahan merek Mitsubishi. "Kami akan membantu perusahaan ini untuk menghadapi tantangan yang dihadapinya, terutama mengembalikan kepercayaan konsumen dalam performa konsumsi BBM," ujar Ghosn dalam petikan jumpa pers yang dirilis Wall Street Journal.
Nissan melakukan hal yang berani ini di tengah kinerja perusahaan yang moncer. Untuk tahun fiskal 2015 yang berakhir 31 Maret lalu, net income mencapai 523,8 miliar yen, naik dari 457,6 miliar yen tahun sebelumnya.
Saham Mitsubishi pun langsung bergerak naik 16 persen setelah Nissan mengumumkan pembelian saham. Sementara Nissan justru turun 1,4 persen.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Pabrik di RI Bisa Produksi 400 Ribu Pick Up, Nggak Perlu Impor untuk Kopdes
Biar Dapet Rp 10 Juta/Bulan, Ojol Harus Ambil Berapa Orderan?
Perpanjang STNK Tahunan dan 5 Tahunan, Duitnya Buat Apa?