115 Mobil Toyota Berburu 'Harta Karun' di Semarang

115 Mobil Toyota Berburu 'Harta Karun' di Semarang

Angling Adhitya Purbaya - detikOto
Minggu, 01 Mei 2016 10:43 WIB
115 Mobil Toyota Berburu Harta Karun di Semarang
Foto: Angling Adhitya Purbaya
Semarang - Sebanyak 115 mobil berisi total 230 orang menyebar ke beberapa titik wisata di Kota Semarang siang ini. Mobil-mobil itu bertolak dari dealer Nasmoco Majapahit Semarang untuk berburu harta karun.

Acara bertajuk "Berburu Harta Karun Bersama Toyota" itu merupakan rangkaian Jambore dalam rangka ulang tahun Nasmoco Group ke-55. Ratusan peserta dari 7 komunitasΒ  itu dibagi dalam beberapa grup dan akan menuju sejumlah titik wisata yaitu Kelenteng Sam Poo Kong, Kota Lama, dan Masjid Agung Jawa Tengah.

Start dimulai pukul 08.40, mereka akan melalui rute berbeda dan di setiap titik akan mengikuti games dan tantangan untuk memperoleh petunjuk tentang harta karun yang sudah disiapkan Nasmoco.

"Ini juga bertujuan mempromosikan wisata kota Semarang kepada komunitas," kata Operation Manager Nasmoco GrupΒ Taufik Rahyanto usai start di Nasmoco Majapahit, Minggu (1/5/2016).

Selain harus berusaha menemukan petunjuk, Nasmoco Grup dan peserta melakukan program CSR memberikan bantuan ke Panti Wreda Elim, Jalan dr Cipto Semarang. Setelah itu kegiatan berakhir di Kampung Laut dengan berbagai hiburan serta doorprize. "Harta karunnya apa, rahasia, kan harta karun," imbuhΒ  Marketing Comunication, Hari Setyawan.

Digelarnya jambore tersebut merupakan bentuk apresiasi Nasmoco kepada pelanggan sekaligus mengakrabkan diri antara diler dan pengguna Toyota yang bergabung dalam komunitas-komunitas mobil. "Ini sebagai bentuk apresiasi kami kepada konsumen dengan kegiatan yang positif dan bermanfaat," tandas Taufik.

Ia mengaskan rombongan komunitas yang mengikuti Jambore tidak akan arogan dan melanggar lalu lintas. Pengawalan polisi dengan Voorijder juga tidak dilakukan karena konsepnya wisata. "Tidak pakai atribut kepolisian, lampu merah harus berhenti. Tidak diperkenankan bunyikan sirine. Kita mengacu pada aturan lalu lintas," tegas Taufik.
(alg/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads