BMW M2, Si Jagoan Ngedrift

BMW M2, Si Jagoan Ngedrift

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Jumat, 29 Apr 2016 11:24 WIB
BMW M2, Si Jagoan Ngedrift
Foto: Rangga Rahadiansyah
Jakarta - BMW Indonesia resmi meluncurkan M2 Coupe. Mobil yang didesain untuk mengutamakan kedinamisan ini mengisi segmen kendaraan sport kompak dengan performa tinggi.

The all-new BMW M2 Coupe menawarkan teknologi motorsport yang sangat kompetitif di lintasan balap. Namun, sekaligus juga bisa sesuai dengan penggunaan di jalan raya perkotaan.

Bagaimana profi BMW M2 Coupe yang baru diluncurkan ini? Simak ulasannya yuk.

1. Menerapkan Desain Khas BMW M

Foto: Rangga Rahadiansyah
Karakter khas BMW M hadir di M2 Coupe ini. Hal itu bahwa BMW M2 Coupe termasuk dalam line up BMW M.

Desain yang tajam melahirkan kesan yang dinamis. Terinspirasi oleh model-model kendaraan bersejarah BMW di arena balap, desain dari BMW M2 Coupe menggambarkan performanya yang maksimal.

Apron depan rendah dengan intake udara besar, sisi samping dengan garis otot yang dipertegas insang pada bagian fender sebagai ciri khas BMW M, pelek aluminium 19-inci dengan desain double-spoke khas line up BMW M, serta penggunaan knalpot M-specific twin-tailpipe menjadi ciri khas BMW M yang tercetak pada BMW M2 Coupe.

2. Interior

Foto: Rangga Rahadiansyah

Karakter khas kendaraan BMW M tidak hanya hadir di bagian eksterior. Interiornya juga menggambarkan karakter BMW M. Balutan Alcantara pada detail pintu dan handbrake boot bersama dengan open-pore carbon fibre di bagian dashboard dan center console menunjukkan kualitas desain interior tingkat tinggi serta tampilkan ciri khas kendaraan sport yang semakin diperkuat dengan jahitan Polar Blue contrast stitching dan juga embos huruf M pada detail-detail tertentu.

Keberadaan BMW M sports seats, lingkar kemudi BMW M sports, dan BMW M gearshift lever memastikan pengemudi BMW M2 Coupe dapat mengendalikan kendaraan mereka dengan sempurna.


3. Jantung Pacu

Foto: Rangga Rahadiansyah
BMW M2 Coupe ini dibekali mesin enam silinder segaris yang telah melalui pengembangan secara ekstensif dengan kapasitas 3 liter dan teknologi BMW TwinPower Turbo. TwinScroll turbocharger, exhaust manifold yang memiliki saluran kembar, terpisah dengan dinding tipis untuk mendukung efisiensi mesin yang lebih baik juga dilengkapi di BMW M2 Coupe ini.

Beberapa komponen, seperti piston dengan optimized top rings dan grey cast iron liners serta crankshaft main bearing shells berasal dari mesin BMW M3/M4.

Mesin disalurkan melalui M Double Clutch Transmission (M DCT) 7 percepatan dengan Drivelogic. Dengan kombinasi itu, BMW M2 Coupe mampu mengeluarkan tenaga maksimum hingga 370 hp dan torsi puncak pada 465 Nm mulai dari 1.400 rpm hingga ke 5.560 rpm, dengan fungsi overboost, torsi melonjak hingga 500 Nm (+35 Nm) dari 1.450 rpm ke 4.750 rpm.

Mesin yang tangguh ini dapat berakselerasi dari 0–100km/jam hanya dalam waktu 4,3 detik berkat teknologi inovatif dari mesin BMW M TwinPower Turbo. Kecepatan tertingginya bisa mencapai 250 km/jam.

Selain responsnya yang tajam dan penyampaian daya yang optimal, BMW M2 Coupe juga diklaim efisien. Konsumsi bahan bakarnya bisa mencapai 12,7 km/l (gabungan) dan emisi CO2 185 g/km (gabungan).

Hal itu dicapai melalui berbagai teknologi EfficientDynamics yang mencakup fungsi seperti Auto Start Stop, sistem Brake Energy Regeneration, Electric Power Steering, serta teknik pengurangan berat pada rangkaian arsitekturnya.


3. Kemampuan drift

Foto: Rangga Rahadiansyah
BMW M2 Coupe juga cocok untuk penggunaan drifting. Untuk menambah faktor kedinamisan, mobil ini dilengkapi dengan BMW M Dynamic Mode (MDM).

MDM adalah sub-fungsi dari Dynamic Stability Control (DSC), yang secara efektif mengantisipasi oversteer atau understeer atau kehilangan traksi dengan mengambil langkah-langkah (mengurangi tenaga mesin, pengereman individual pada setiap lingkar roda) untuk menstabilkan kendaraan. Namun, dalam situasi tertent--misalnya pengemudian sporty dan dinamis di lintasan balap--putaran tenaga berlebih pada as roda belakang dapat menjadi sebuah keuntungan tersendiri.

Di sini, MDM, yang diaktifkan secara otomatis dalam mode yang dianjurkan untuk mengemudi di dalam sirkuit - SPORT+ atau dapat diaktifkan dengan menekan tombol DSC, memungkinkan adanya slip yang lebih lebar. Batasan toleransi stabilitas DSC diperluas untuk memberikan kebebasan bagi pegemudi untuk mengukur batas kemampuannya. Slip yang lebih lebar akan meningkatkan traksi dan menciptakan daya dorong. Oversteer dan understeer yang lebih signifikan dapat dilakukan, begitu pula dengan drift, tetapi disaat yang bersamaan fitur keselamatan aktif DSC tetap dapat diandalkan dalam situasi kritis.


4. BMW ConnectedDrive

Foto: Rangga Rahadiansyah
Berbagai pilihan sistem bantuan pengemudi dan layanan mobilitas dari BMW ConnectedDrive juga tersedia pada the all-new BMW M2 Coupe. ConnectedDrive Services menjadi basis untuk konektivitas kendaraan yang luas, dan layanan ini juga memungkinkan pengoperasian aplikasi inovatif, yang terintegrasi dengan kendaraan menggunakan teknologi BMW ConnectedDrive.

Sebagai contoh, aplikasiGoPro yang memungkinkan pengemudi untuk merekam waktu setiap putaran di lintasan dengan kamera yang terpasang pada dashboard, dikendalikan dengan BMWiDriveController dan tampil pada Control Display.

Sementara itu, gaya individual pengemudi dapat dianalisis dengan aplikasi BMW M Laptimer. Aplikasi ini kemudian akan bekerja langsung, merekam kecepatan kendaraan, kecepatan, putaran mesin, gigi yang digunakan, sudut kemudi, posisi pedal gas, dan konsumsi bahan bakar. Ini berarti bahwa ketika data dianalisis melaluidisplay grafis dismartphone pengguna, reaksi saat mengemudi juga dapat dinilai.

Fitur yang lain memungkinkan dua pencatatan pada jalur yang sama untuk dibandingkan sudut demi sudut. Berbagai informasi yang ada dapat dibagikan dengan mudah melalui e-mail atau media sosial.

Halaman 2 dari 6
(rgr/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads