Dilansir Hybridcars, Rabu (20/4/2016), sistem pengisian baterai nirkabel ini dikembangkan selama tiga tahun terakhir oleh Oak Ridge National Laboratory (ORNL) dengan Toyota, Cisco Systems, Clemson University dan Evatran. Sistem ini diklaim mampu mengisi baterai tiga kali lebih cepat dibanding pengisian dengan pengisian dengan kabel.
Sistem ini telah dibuktikan dengan Toyota RAV4 yang dilengkapi baterai tambahan 10kWh. Energi ditransfer dari piringan transmisi di tanah ke piringan penerima saluran di bagian bawah depan mobil yang terus disalurkan ke baterai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama penelitian dan pengembangan, keselamatan dan keamanan tetap dinomorsatukan. Menurut Chinthavali, medan magnet frekuensi tinggi yang digunakan dalam transfer daya di celah udara terfokus dan terlindung.
"Ini berarti bahwa medan magnet menurun dengan cepat ke tingkat batas bawah yang ditetapkan oleh standar internasional, termasuk di dalam kendaraan untuk memastikan keamanan," katanya. (rgr/ddn)










































