Seperti detikOto kutip dari BBC, Selasa (15/3/2016), Foxx mengatakan kecelakaan antara mobil Google dan bus merupakan kecelakaan yang tak terelakkan. Memang tidak ada yang terluka pada kecelakaan itu, tapi kecelakaan itu merupakan kecelakaan pertama yang menyalahkan sistem komupter on-board Google.
"Ini tidak mengejutkan bahwa di beberapa titik akan ada kecelakaan dari setiap teknologi yang ada di jalan. Tapi saya menantang untuk melihat jumlah kecelakaan yang terjadi pada hari yang sama yang merupakan hasil dari perilaku manusia. Saya pikir pertanyaan di sini tidak membandingkan mobil otonom terhadap kesempurnaan, saya pikir itu adalah perbandingan relatif terhadap apa yang kita miliki sekarang di jalan," kata Foxx.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu tantangan pada mobil otonom adalah bagaimana mengatasi masalah hukum, siapa yang harus bertanggung jawab ketika terjadi kecelakaan. Apakah penumpang mobil otonom harus bertanggung jawab? Atau karena sistem komputer yang menjalankan mobil maka perusahaan pembuat software yang gagal?
"Itu justru jenis pertanyaan yang kami berharap selama beberapa bulan ke depan untuk memberikan feedback kepada negara dan industri," ujar Foxx. (rgr/ddn)












































Komentar Terbanyak
Ribuan Pikap India buat Kopdes Merah Putih Telanjur Masuk Indonesia
Mobil Pribadi Isi Pertalite Dibatasi, per Hari Maksimal Rp 500 Ribu
Konversi 120 Juta Motor Bensin ke Listrik Terancam Gagal, Cuma Jadi Ilusi