Apa yang Berbeda Setelah Diakusisi Penuh Toyota, Daihatsu?

Apa yang Berbeda Setelah Diakusisi Penuh Toyota, Daihatsu?

M Luthfi Andika - detikOto
Jumat, 19 Feb 2016 08:47 WIB
Apa yang Berbeda Setelah Diakusisi Penuh Toyota, Daihatsu?
Foto: Rangga Rahadiansyah
Jakarta - Banyak yang memprediksi, Daihatsu bakal berbeda dalam penerapan strategi setelah resmi diakuisisi oleh Toyota sepenuhnya. Sebut saja dengan penerapan strategi Daihatsu di India yang menyebut bahwa Toyota membutuhkan Daihatsu untuk meningkatkan pangsa pasar kendaraan kecil.

Hal itu disampaikan oleh CEO Toyota Kyoichi Tanada. Tanada mengatakan, Toyota membutuhkan Daihatsu untuk bisa meningkatkan pangsa pasar di kendaraan kecil dengan harga terjangkau yang berkontribusi pada 2/3 penjualan mobil di India. Pasar itu sekarang dikuasai oleh Suzuki, Hyundai dan Honda.

Lalu bagaimana dengan Daihatsu Indonesia? Apakah berpengaruh?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pembelian saham Daihatsu oleh Toyota, pada dasarnya Toyota sudah memiliki Daihatsu sejak lama. Karena kepemilikan saham Toyota di Daihatsu itu sebelumnya sudah mencapai 51 persen, sedangkan untuk saham 49 persennya dimiliki oleh publik. Sehingga strateginya sudah berjalan lama," ucap Direktur Marketing PT ADM, Amelia Tjandra, di Sunter, Jakarta.

"Jadi sebenarnya tidak ada yang berubah setelah semua saham dimiliki Toyota. Daihatsu masih berkewajiban untuk memproduksi mobil kompak," tambahnya.

Kedua brand, lanjut Amel, baik Toyota maupun Daihatsu akan berbagi teknologi yang akan terselip pada model masing-masing. Amel menyebut, keputusan ini hanya penegasan bahwa kini Daihatsu sepenuhnya dimiliki Toyota.

"Komitmen Toyota dan Daihatsu, mobil kompak akan menjadi tanggung jawab Daihatsu. Teknologi yang dikembangkan Toyota juga akan digunakan Daihatsu, operasional nantinya secara global akan menjadi satu kesatuan, tidak ada yang berubah. Ini hanya penegasan saja, bahwa seluruh saham Daihatsu sudah dimiliki seluruhnya oleh Toyota. Dan hasilnya saham Daihatsu kini naik," ujarnya.

Amel juga menambahkan, Daihatsu bukan satu-satunya produk yang dimiliki oleh Toyota. Sehingga pembagian tugas antar merek pun sudah jelas.

"Bukan hanya Daihatsu yang dimiliki Toyota. Toyota juga memiliki Hino dan Lexus, masing-masing punya tugas. Untuk mobil kompak itu Daihatsu, dibuat (produksi) dan dijual dengan brand Daihatsu," ujarnya.

"Sedangkan Toyota akan buat (memproduksi) sedan dan kita (Daihatsu) tidak main. Sedangkan untuk truk itu menjadi tanggung jawab Hino, sedangkan untuk level tinggi (kelas premium) kita punya Lexus, ini sah-sah saja dalam dunia bisnis," tambahnya. (lth/rgr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads