Hal itu disampaikan oleh CEO Toyota Kyoichi Tanada. Tanada mengatakan, Toyota membutuhkan Daihatsu untuk bisa meningkatkan pangsa pasar di kendaraan kecil dengan harga terjangkau yang berkontribusi pada 2/3 penjualan mobil di India. Pasar itu sekarang dikuasai oleh Suzuki, Hyundai dan Honda.
Lalu bagaimana dengan Daihatsu Indonesia? Apakah berpengaruh?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi sebenarnya tidak ada yang berubah setelah semua saham dimiliki Toyota. Daihatsu masih berkewajiban untuk memproduksi mobil kompak," tambahnya.
Kedua brand, lanjut Amel, baik Toyota maupun Daihatsu akan berbagi teknologi yang akan terselip pada model masing-masing. Amel menyebut, keputusan ini hanya penegasan bahwa kini Daihatsu sepenuhnya dimiliki Toyota.
"Komitmen Toyota dan Daihatsu, mobil kompak akan menjadi tanggung jawab Daihatsu. Teknologi yang dikembangkan Toyota juga akan digunakan Daihatsu, operasional nantinya secara global akan menjadi satu kesatuan, tidak ada yang berubah. Ini hanya penegasan saja, bahwa seluruh saham Daihatsu sudah dimiliki seluruhnya oleh Toyota. Dan hasilnya saham Daihatsu kini naik," ujarnya.
Amel juga menambahkan, Daihatsu bukan satu-satunya produk yang dimiliki oleh Toyota. Sehingga pembagian tugas antar merek pun sudah jelas.
"Bukan hanya Daihatsu yang dimiliki Toyota. Toyota juga memiliki Hino dan Lexus, masing-masing punya tugas. Untuk mobil kompak itu Daihatsu, dibuat (produksi) dan dijual dengan brand Daihatsu," ujarnya.
"Sedangkan Toyota akan buat (memproduksi) sedan dan kita (Daihatsu) tidak main. Sedangkan untuk truk itu menjadi tanggung jawab Hino, sedangkan untuk level tinggi (kelas premium) kita punya Lexus, ini sah-sah saja dalam dunia bisnis," tambahnya. (lth/rgr)











































Komentar Terbanyak
Pemerintah Ancam Cabut Izin Gojek-Grab Andai Tak Patuhi Komisi 8%
Ramai Aksi Warga Perbaiki Sendiri Jalanan, Padahal Sudah Bayar Pajak Kendaraan
QR Code Pertalite Kendaraan Nunggak Pajak Disarankan Dihapus