Hal itu disampaikan oleh salah seorang manager di Nusantara Ford. Dia menegaskan, suku cadang mobil Ford akan tetap ada.
"Kalau dari after sales sih kan sesuai komitmen FMI (Ford Motor Indonesia) bahwa mereka akan tetap menjamin spare part sampai 10 tahun. Cuma kan nantinya siapa yang akan mengoperasikan selama 10 tahun itu belum diputuskan sama FMI nya. Tapi secara ketersediaan spare part tetap ada," ujarnya kepada detikOto melalui sambungan telepon, Kamis (11/2/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Servis kita tetap jalan. Sambil menunggu keputusan FMI akan menunjuk siapa yang istilahnya akan jadi provider-nya mereka. Tentunya kita, Nusantara tetap berkomitmen untuk mengikuti itu. Kita yakin bahwa untuk servisnya akan tetap ada. Setidaknya 3-5 tahun ke depan akan ditangani Nusantara. Itu sih komitmen kita," ujarnya.
Lalu, bagaimana jaminan purna jual Ford setelah 10 tahun ke depan?
"Setelah 10 tahun? Ya tentu balik lagi ke bisnis ya. Kalau memang ternyata tidak ada pasar, tidak ada demand ya tentunya kita akan coba keputusan lain. Tapi kita akan terus melayani. Istilahnya, kalau spare part dijamin sampai 10 tahun ya kita akan sediakan. Tapi, ya kalau memang unit akan menurun dan sebagainya, tentunya kita paling akan mengurangi cabang. Tapi itu untuk pelayanan di beberapa titik kita tetap jalan," ujarnya.
Sampai saat ini, menurutnya, Nusantara Ford total memiliki 12 diler Ford di Indonesia. Enam di antaranya ada di Jakarta, lima diler utama di Kalimantan dan satu diler satelit di Kalimantan. (rgr/ddn)











































Komentar Terbanyak
Penjelasan Polisi soal Alphard yang Terobos Zebra Cross di HI Nunggak Pajak
Wujud Mobil Keciduk Isi BBM Subsidi Berulang dalam Sehari, Pakai QR Code Beda-beda
Pernyataan BYD Soal Seal Terbakar di Cikampek