Seperti dilansir Autoevolution, Rabu (10/2/2016), pengisian baterai nirkable diperkirakan bakal menjadi praktik umum dalam waktu dekat. Namun, dokumen yang diajukan ke Komisi Komunikasi Federal Amerika Serikat menunjukkan, Google sedang dalam proses pengembangan sistem yang diperlukan untuk mobil otonom.
Google juga akan menggunakan jasa dari perusahaan lainnya seperti Hevo Power dari New York dan Momentum Dynamics dari Philadelphia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kedua perusahaan penyedia energi itu menawarkan proses pengisian energi baterai nirkabel. Prinsipnya, energi listrik dikirim melalui udara dengan mengandalkan pemancar yang tertanam di dalam tanah dan diterima oleh kendaraan listrik melalui perangkat penerima listrik yang dipasang di bawah kendaraan.
Prinsip ini disebut induksi magnetik resonasi dan bisa berfungsi dengan menciptakan medan magnet berosilasi. Medan magnet menginduksi arus di sirkuit yang dipasang pada kendaraan sehingga memungkinkan untuk mengisi ulang baterai secara otomatis.
Google kini bereksperimen dengan charger dari Momentum Dynamics dan mungkin berencana untuk menerapkan charger nirkable pada mobil otonomnya sebelum diluncurkan.
Teknologi ini tidak hanya memberikan kenyamanan. Mobil listrik di masa depan juga bisa menjangkau jarak tak terbatas jika infrastrukturnya tertanam di semua tempat.
Akankah teknologi pengisian baterai mobil secara otomatis ini bisa menjadi solusi terbaik? Kita tunggu saja. (rgr/ddn)












































Komentar Terbanyak
Nasib! Harga BBM Naik, Mobil Listrik Malah Nggak Gratis Pajak Lagi
Isi Surat Edaran Mendagri, Minta Gubernur Se-Indonesia Bebaskan Pajak EV
Provinsi yang Bakal Kenakan Pajak buat Mobil-Motor Listrik