Seperti dilaporkan Automotivenews, Kamis (4/2/2016), FordΒ akan menawarkan pensiun secara sukarela kepada karyawan di wilayah itu. Pernyataan tersebut diungkapkan langsung oleh Presiden Ford Eropa, Jim Farley dalam wawancara melalui telepon.
Hanya, Ford tak memerinci berapa jumlah karyawan yang dipensiun itu. Meski begitu, Farley berharap jumlah karyawan yang mengambil program pensiun dini itu mencapai ratusan orang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tahun ini, Ford menargetkan laba operasi naik dari 6 persen menjadi 8 persen. Pabrikan ini juga menargetkan mengurangi biaya manufaktur di Eropa hingga 7 persen.
"Penghematan akan datang dari mana-mana," kata Farley.
Menurutnya, seiring dengan meningkatkan proses otomatisasi,Β maka perusahaan sedang mempertimbangkanΒ pengurangan biaya produksi."Otomasi tidak selalu positif, tapi pasti dalam banyak kasus dapat meningkatkan efisiensi," ucapnya.
Selain penghematan biaya ternaga kerja, Ford juga memangkas biaya logistik untuk menghemat biaya manufaktur. Sebelumnya, sejak 2013, Ford telah menutup tiga pabriknya di Eropa.
Tahun ini Ford memperkirakan penjualan mobil di Eropa tahun ini mencapai 16 juta unit diΒ 20 pasar utama di Eropa. Keyakinan itu didorong oleh menguatnya permintaan di Spanyol dan Italia.
Pabrikan yang berbasis di Detroit, Amerika Serikat, ituΒ meyakini bakal mampu melego SUV sebanyak 200.000 unit di Eropa. Penjualan sebanyak itu merupakan pertama kalinya di Eropa.
Tahun ini pula Ford bakal meluncurkan SUV besar Ford Edge pada miusim semi diΒ kawasan ini. Selain itu kendaraan penumpang anyar maupun oenyegaran juga akan digelontorkan ke pasar di tahun ini, termasuk Ford Focus hatchback. Sementara untuk mobil berperforma tinggi seperti Mustang dan ST, Ford berharap bisa melegonya hingga 40.000 unit.
(arf/ddn)












































Komentar Terbanyak
Habis Ngamuk Ditegur Jangan Ngerokok, Pemotor PCX Kini Minta Diampuni
Viral Lexus Berpelat RI 25 Potong Antrean di Gerbang Tol
Harga Mobil di Indonesia Terkesan Mahal, Padahal...