Tahun Ini Permintaan Mobil Mewah Diperkirakan Masih Terus Melaju

Tahun Ini Permintaan Mobil Mewah Diperkirakan Masih Terus Melaju

Arif Arianto - detikOto
Sabtu, 23 Jan 2016 16:37 WIB
Tahun Ini Permintaan Mobil Mewah Diperkirakan Masih Terus Melaju
Foto: REUTERS/Rebecca Cook
Jakarta - Sepanjang tahun 2015, dan bahkan diperkirakan tahun ini, permintaan mobil mewah di Indonesia masih akan terus melaju, dan itu telah dibuktikan Lexus, merek mewah milik Toyota.  Sepanjang tahun lalu, penjualan mobil ini meningkat menjadi 648 unit, dari tahun sebelumnya yang sebanyak 617 unit.

"Permintaan saya perkirakan masih akan terus melaju pada tahun ini. Kenapa? Karena sepanjang tahun kemarin, ternyata pemrmintaan melebihi ekpektasi, yang kami perkirakan hanya 600 unit saja. Sementara permintaan lebih dari  sekitar 660 unit," papar General Manager Lexus Indonesia Adrian Tirtadjaja, kepada detikOto.

Menurut Adrian, banyak diantara pemesan yang sampai saat ini belum bisa terpenuhi karena suplai dari Lexus di Jepang juga terbatas. "Selain faktor daya beli yang tetap tinggi, model baru SUV  yaitu NX dan RX sangat diminati," kata Adrian.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Moncernya penjualan tahun lalu itu diyakini bakal berlanjut pada tahun ini. Alasannya, petumbuhan ekonomi diperkirakan meningkat di kisaran 5 – 5,5 persen.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia, Noegardjito kepada detikOto mengatakan hal senada. Dia menyebut dalam rumusan perkiraan pertumbuhan pasar otomotif disebutkan, setiap terjadi kenaikan pertumbuhan ekonomi 1,5 persen akan terjadi kenaikan penjualan di sektor otomotif sebesar 1 persen.

"Memang kalau segmen mewah itu porsinya masih kecil ya. Tapi pertumbuhannya terus ada. Kalau perkiraaan untuk pasar mobil secara keseluruhan sampai saat ini kami perkirakan di 2016 ini naik 5 persen, atau sebanyak 1,05 juta unit," ucapnya.

Optimisme akan terjadinya pertumbuhan di segmen mobil mewah juga diakui oleh salah seorang eksekutif distributor mobil mewah asal Jerman. "Tahun kemarin, meski PPnBM  semakin tinggi, tapi minat segmen atas ini tidak surut. Penjualan masih oke. Meskipun currency khususnya dolar naik, juga tidak terlalu berpengaruh. Tahun ini adalah kenaikan pertumbuhan," kata dia saat dihubungi. (arf/ddn)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads