Dalam siaran persnya, Minggu (10/1/2016), Head of Project Management Division di Hyundai Motor R&D Center, Rag Jung mengatakan, Ioniq mewujudkan pemikiran baru Hyundai Motor dan ambisi yang berani untuk masa depan.
"Mobil hybrid kelas dunia ini akan menjadi titik awal mobilitas masa depan kita," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mobil ini lebih ringan 12,6 kg berkat bodywork casting non-structural dari aluminium seperti pada kap, bagian belakang dan komponen suspensi. Ketika terjadi tabrakan atau membutuhkan penyerapan energi benturan, struktur kendaraan ini dilengkapi dengan baja berkekuatan tinggi (Advanced High Strength Steel) yang bisa menahan kekuatan tabrakan secara signifikan.
Hyundai mengatakan, Ioniq dibuat dengan inti kedinamisan berkendara dan handling terbaik. "Itulah karakteristik yang membuat Ioniq berbeda dengan kendaraan hybrid lain," sebut Hyundai.

Ioniq ditawarkan dengan tiga pilihan yaitu versi listrik, plug-in hybrid dan hybrid. Namun untuk tahap pertama saat diperkenalkan di Korea, Hyundai baru meluncurkan detail model hybrid yang yang dijual pertama kali.
Dengan efisiensi termal 40 persen, mesin Kappa GDi 1.6 liter yang dikembangkan secara eksklusif untuk mesin hybrid dari Hyundai digabungkan dengan permanent magnetic electric motor. Mesin bakar mampu menyemburkan tenaga hingga 105 PS dan motor listriknya membantu menambahkan tenaga sebesar 43,5 PS.
Baterai Lithium Ion Polymer mengoptimalkan output dari motor bertegangan tinggi dan memungkinkan untuk regenarasi dengan cepat. Transmisi eksklusif hybrid Dual Clutch Transmission (DCT) membantu mendistribusikan tenaga ke roda.

(rgr/ddn)










































