Sebuah keluarga pemilik mobil BMW di distrik Jinniu, Chengdu, China, menyerang dan menganiaya polisi. Tindakan itu mereka lakukan karena mobil milik mereka akan diderek petugas tersebut karena parkir di tempat yang dilarang.
Seperti dilaporkan NetEase dan Shanghaiist, Senin (4/1/2015), peristiwa itu terjadi pada pukul 11.00 waktu setempat pada 22 Desember 2015 lalu. Saat itu, petugas kepolisian yang tengah berpatroli mendapati sedan BMW β tak disebutkan serinya - yang dikemudikan Tao Dai, parkir di jalur terlarang Zao Zi.
Petugas pun meminta Dai untuk memindahkan mobil tersebut karena melanggar peraturan. Awalnya, Dai enggan memindahkannya. Namun setelah sedikit bersitegang, dia menuruti perintah polisi itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Polisi yang mengetahui kelakuan Dai itu, kembali menegurnya. Bahkan dengan tegas akan menindak Dai karena melanggar aturan. Jika tak dipindahkan mobil akan diderek.
Tak menyadari tindakannya yang salah, Dai dengan kesal menjawab teguran petugas dengan seenaknya. "Apakah Anda juga ingin mengambil pakaian saya?," ucapnya kepada petugas.
Polisi pun semakin kesal, setelah memeriksa surat tanda nomor kendaraan kendaraan mobil ternyata belum diperpanjang alias sudah kedaluwarsa. Begitu pun dengan surat izin mengemudi Dai, namun dia merasa tak bersalah.
Petugas itu pun memutuskan untuk menderek mobil itu ke kantpr polisi. Kepada Dai, dia menyarankan untuk menyelesaikannya ke kantor polisi dengan membawa surat tilang yang diberikan.
Namun entah bagaimana mulanya - di tengah situasi yang semakin tegang - tiga orang muncul dari sebuah toko pengobatan tradisional China yang terletak tak jauh dari tempat Dai dan petugas cek-cok.
Salah satu diantaranya adalah ayah Dai. Seorang dari mereka tiba-tiba berteriak "Polisi menyerang orang". Sontak orang-orang pun berkerumun mendekati tempat itu.
Beberapa orang menyerang polisi tersebut. Kerumunan ini juga menghalangi petugas agar tak meninggalkan tempat itu.
Bahkan, seorang perempuan yang muncul dari toko pengobatan tersebut menampar wajah salah seorang polisi. Situasi pun semakin tegang.
Keadaan mulai terkendali setelah polisi lainnya datang ke tempat kejadian. Petugas kemudian membawa Dai, ayahnya, dan salah satu kerabatnya yang mengeroyok polisi ke kantor.
Mereka ditahan. Bahkan pada 26 Desember atau empat hari kemudian, polisi juga menangkap wanita yang telah menampar wajah salah seorang rekan mereka.
Tiga orang laki-laki tersebut dikenai hukuman penjara selama tujuh hari sebagai hukukam atas tindakan mereka.
(arf/ddn)












































Komentar Terbanyak
Habis Ngamuk Ditegur Jangan Ngerokok, Pemotor PCX Kini Minta Diampuni
Viral Lexus Berpelat RI 25 Potong Antrean di Gerbang Tol
Viral Pemotor Maksa Lawan Arah, Nggak Dikasih Lewat Malah Ngamuk!