Seperti dilaporkan Channel News Asia, Rabu (16/12/2015), Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah mengumumkan bahwa pertumbuhan ekonomi dunia pada tahun ini diproyeksikan menurun sebesar 2,4 persen. Menurunnya harga komoditas, fluktuasi pasar, serta lambannya pertumbuhan pasar di negara berkembang adalah diantara beberapa penyebabnya.
Perlambatan ekonomi yang terjadi di Cina juga turut mempengaruhi ekonomi dunia, mengingat Cina adalah kekuatan ekonomi global terbesar ke-2 dunia. Nilai indeks saham Cina di pasar bursa terus melorot yang berdampak pada perekonomian dunia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mempertimbangkan banyak indikator, pasar otomotif tahun depan tidak akan cerah," ujar Chung Mong-koo.
Pelemahan ekonomi global, juga berdampak pada industri otomotif di Indonesia. Pada tahun ini, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) beberapa kali merevisi target penjualan akibat situasi ekonomi di Indonesia yang melemah.
Semula target penjualan tahun ini adalah 1,2 juta unit, kemudian direvisi menjadi 950 ribu hingga 1 juta unit. Fakta menunjukan, penjualan mobil pada periode Januari-September lalu tercatat 760.017 unit. Padahal pada periode sama tahun 2014, penjualan mobil sebesar 896.724 unit.
(nkn/arf)










































