Honda: Belum Ada Diskusi dengan Kemenperin Soal Sedan

Honda: Belum Ada Diskusi dengan Kemenperin Soal Sedan

Niken Purnamasari - detikOto
Kamis, 03 Des 2015 11:16 WIB
Honda: Belum Ada Diskusi dengan Kemenperin Soal Sedan
Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) bakal menyuntik dorongan bagi produsen mobil di Indonesia untuk menggairahkan kembali segmen sedan. Salah satu produsen mobil, PT Honda Prospect Motor mengaku belum berdiskusi khusus dengan pihak Kemenperin maupun mendapat laporan soal itu.

Jonfis Fandy, Direktur Pemasaran dan Layanan Purna Jual PT Honda Prospect Motor mengatakan, belum ada diskusi khusus dengan Kemenperin. Untuk segmen sedan sendiri, dikatakan Jonfis perlu dibicarakan lebih lanjut dan butuh waktu untuk mengedukasi kepada konsumen soal sedan.

"Belum ada diskusi khusus dengan Kemenperin, kalau mereka tertarik dengan Honda bisa saling kontak juga. Kita sudah dengar sudah ada proposal soal sedan itu sebelumnya," ujar Jonfis Fandy.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Untuk sedan sebenarnya enggak gampang membicarakan kepada konsumen untuk short term terutama soal ground clearance. Masalah-masalah seperti mengedukasi konsumen bahwa sedan lebih bagus dan lebih murah pun belum tentu mereka pilih sedan karena mereka misalnya saja butuh 7 seater. Enggak bisa kita paksa," tambahnya.

Sebelumnya Menteri Perindustrian, Saleh Husin berharap pabrikan otomotif memproduksi sedan di Indonesia tak hanya untuk pasar domestik namun juga global. Hal tersebut merujuk penjualan sedan di pasar global dikatakan Saleh yang besar.

β€œKalau bicara industri, kita harus melihatnya secara lebih luas. Kita sebaiknya jangan melihatnya untuk Indonesia saja, tetapi juga global. Potensi sedan di pasar global seperti apa? Besar sekali,” tutur Menteri Perindustrian Saleh Husin.

β€œNah, kita berharap, pabrikan bisa memproduksi di sini (Indonesia, sebagai basis produksi) dan terus ekspor. Kita tidak bicara pasar dalam negeri saja,” kata dia.

(rgr/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads