Pernyataan IIHS yang dilansir Autoevolution, Selasa (1/12/2015), data yang hasil penelitian Highway Loss Data Institute (HLDI) β divisi penelitian IIHS β menunjukan, ada keterkaitan antar buruknya visibilitas karena lampu yang redup dengan kecelakaan.
βLampu yang kurang (daya sinarnya) merupakan penyebab kecelakaan terbanyak seperti yang dilaporkan ke (lembaga) asuransi,β tutur David Zuby, kepala HLDI.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
IIHS menyatakan, pada 2016 nanti baru dilakukan tes secara independen alias tak akan mempengharuhi peringkat keseamanan dan keselamatan mobil. Namun pada tahun berikutnya, item pengujian ini akan mempengatuhi pnetapan peringkat Top Safety bagi mobil baru yang akan dipasarkan.
"Kami sudah bicara dengan beberapa pabrikan mobil yang akan mencari sistem pencahayaan bagi mobil produk mereka. Pada beberapa tahun lalu, mereka tidak memiliki rencana melakukan (perbaikan)β¦ namun, sekarang mereka melihat betapa cepatnya tuntuntan pentingnya hal itu,β papar Zuby.
Lampu yang dilengkapi teknologi penghaturan secara otomatis dan terhubung ke sistem kemudi sejatinya telah ada sejak 1948 lalu. Sistem teknolpogi lampu itu digunakan Tucker Torpedo.
(arf/arf)












































Komentar Terbanyak
Pemerintah Ancam Cabut Izin Gojek-Grab Andai Tak Patuhi Komisi 8%
Viral Pengemudi Calya Ngamuk, Patahkan Spion-Wiper Mini Cooper
Pemilik Kendaraan yang Belum Bayar Pajak Didatangi Petugas Samsat