Meski mobil otonom dapat memudahkan pengemudi dalam berkendara, sebuah studi di Amerika Serikat menyatakan justru mobil otonom cenderung lebih besar menyebabkan kecelakaan.
Seperti dilansir NBC News, Senin (2/11/2015), Brandon Schoettle dan Michael Sivak dari University of Michigan Transportation Research Institute melakukan penelitian terhadap mobil otonom sejak 2012 hingga September 2015. Penelitian dilakukan pada tiga perusahaan yang menciptakan mobil otonom yaitu Google, Delphi, dan Audi.
Mereka membandingkan data kecelakaan yang terjadi pada mobil konvensional di Amerika Serikat. Hasilnya ditemukan bahwa rata-rata kecelakaan yang ditimbulkan oleh mobil otonom mencapai angka 9,1 per jutaan mil berkendara sedangkan mobil konvensional hanya tercatat 4,1.
Sementara laman Fortune menyebut, mobil otonom lima kali lebih banyak menimbulkan kecelakaan dibandingkan mobil konvensional.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tim peneliti dari Michigan itu memberi catatan bahwa data yang digunakan pada penelitian bukanlah data dalam jangka panjang. Penelitian pada mobil otonom hanya diakumulasikan pada 1,2 juta mil dan lebih banyak diujicobakan pada mobil otonom Google.
Pihak Google pun menanggapi hasil penelitian tersebut. Menurutnya, mobil otonom buatan Google tidak pernah sekalipun menyebabkan terjadinya tabrakan. Bahkan Google terus mengupdate secara detail jika terjadi tabrakan yang terjadi lewat website resmi mereka.
"Lebih dari 1,2 juta mil mobil otonom dikemudikan sejak kami memulai proyek ini pada 2009, tidak sekalipun mobil otonom menyebabkan terjadinya tabrakan. Kami mengumumkan setiap detail dari seluruh bentuk tabrakan yang kami tampilkan lewat website setiap bulan. Rata-rata tabrakan yang terjadi akibat human error dan kurang perhatian," jelas pihak Google.
(rgr/ddn)












































Komentar Terbanyak
Habis Ngamuk Ditegur Jangan Ngerokok, Pemotor PCX Kini Minta Diampuni
Di Indonesia Harga Mobil Terkesan Mahal, Padahal Pajaknya Aja 40%!
Harga Mobil di Indonesia Terkesan Mahal, Padahal...