Meski "badai" kembali menerpa VW dengan kerugian yang ditotal mencapai Rp 25 triliun tahun ini akibat kecurangan pada software emisi gas buang, hal tersebut tidak mempengaruhi bos VW dalam melakukan kunjungan untuk melakukan promosi serta kerja sama di bidang otomotif. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kanselir Angela Merkel yang percaya diri bahwa kunjungannya ke negeri yang dipimpin oleh Presiden Xi Jinping itu bakal membuahkan hasil.
Selama mendampingi Angela Merkel di China, Muller bakal mengupdate informasi soal investigasi yang dilakukan oleh perusahaannya terhadap skandal emisi gas buang. Seperti diketahui, usai diterpa skandal emisi gas buang, VW memutuskan untuk menarik 11 juta unit kendaraannya di seluruh dunia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun tampaknya produsen mobil Jerman perlu memikirkan bahan bakar atau tenaga mobil terbaru untuk meningkatkan penjualan di sana. Hal tersebut dikarenakan China sedang menekan angka polusi dan lebih tertarik dengan mobil yang memiliki spesifikasi emisi rendah. Malah Negeri Tirai Bambu tersebut lebih tertarik untuk mengembangkan produksi mobil listrik yang diklaim bakal lebih ramah lingkungan.
(rgr/ddn)












































Komentar Terbanyak
Ribuan Pikap India buat Kopdes Merah Putih Telanjur Masuk Indonesia
Konversi 120 Juta Motor Bensin ke Listrik Terancam Gagal, Cuma Jadi Ilusi
Mobil Pribadi Isi Pertalite Dibatasi, per Hari Maksimal Rp 500 Ribu