"Thailand itu beberapa waktu lalu kalau enggak salah ngambil putusannya itu adalah production base, dan Indonesia-Malaysia mengambil mobil nasional, Meksiko mengambil component base. Kalau kita liat success story dari ketiga itu, ini gampang. Thailand itu berhasil menjadi production base. Jadi semua masuk ke Thailand, untuk membuat komponen lokal. Dan Meksiko juga berhasil," terang Ketua III Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Johnny Darmawan saat ditemui di arena Jakarta Auto Show (JAS) 2015 di JCC, Senayan, Jakarta.
"Nah Indonesia dan Malasyia boleh dikatakan enggak maju-maju. Karena Indonesia kan waktu nasional car tidak boleh, kena penalti segala macam. Nah kini berubah ke production base. Ini kalau kita lihat perjalanan ini, kita harusnya benar, bahwa sekarang mengaharapkan semua diproduksi di Indonesia," lanjutnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kayak Malaysia beli teknologi dari Mitsubishi, dia enggak bisa perpanjang lagi kalau sudah habis dan teknologi itu begerak terus. Sedangkan Thailand dia selalu mengambil production base, dia belajar dari proses. Jadi orang Thailand itu pintar, dia bisa ngambil. Nah Indonesia juga, kita mau mengambil teknologi belajar dari Thailand. Kita punya taraf orang itu tingkatnya sudah bagus," kata Johnny.
"Jadi yang ada itu teknologi bukan dikasih, tapi diambil dan dipelajari oleh orang-orang kita," lanjutnya.
(rgr/ddn)











































Komentar Terbanyak
Segini Hematnya Pakai Motor Listrik, Bisa Nabung Belasan Juta Rupiah!
Ramai Aksi Warga Perbaiki Sendiri Jalanan, Padahal Sudah Bayar Pajak Kendaraan
QR Code Pertalite Kendaraan Nunggak Pajak Disarankan Dihapus