Ekspansi ke Crossover dan Mobil Listrik, Aston Martin Kurangi Jumlah Pekerja

Ekspansi ke Crossover dan Mobil Listrik, Aston Martin Kurangi Jumlah Pekerja

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Kamis, 15 Okt 2015 15:19 WIB
Ekspansi ke Crossover dan Mobil Listrik, Aston Martin Kurangi Jumlah Pekerja
London - Aston Martin berencana memangkas jumlah karyawan. Kemungkinan ini merupakan langkah penghematan. Sebab dikatakan, pengurangan pekerja itu merupakan bagian dari ekspansi Aston Martin ke kendaraan listrik dan crossover.

"Akan ada pengurangan tenaga kerja di perusahaan," kata juru bicara Aston Martin dikutip Europe Automotive News, Kamis (15/10/2015).

Jumlah staf kantor akan dikurangi. Tapi, pemangkasan jumlah pekerja ini tidak mempengaruhi staf produksi di fasilitas Gaydon, Inggris.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebagai informasi, Aston Martin memiliki total tenaga kerja sekitar 2.100 orang pada awal tahun ini.

CEO Aston Martin, Andy Palmer berusaha untuk mengembalikan keuntungan produsen mobil asal Inggris ini. Maklum, penjualan Aston Martin sempat menurun tajam setelah krisis keuangan pada 2007-2008.

Aston Martin berencana untuk mengekspansi beberapa lineup mobilnya. Mereka sudah menyiapkan model crossover.

Seperti diketahui, di gelaran Geneva Motor Show 2015 lalu, Aston Martin sudah menyajikan sebuah konsep Crossover bernama DBX. Crossover itu diperkirakan mulai dijual pada 2019.

(rgr/ddn)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads