"Akan ada pengurangan tenaga kerja di perusahaan," kata juru bicara Aston Martin dikutip Europe Automotive News, Kamis (15/10/2015).
Jumlah staf kantor akan dikurangi. Tapi, pemangkasan jumlah pekerja ini tidak mempengaruhi staf produksi di fasilitas Gaydon, Inggris.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
CEO Aston Martin, Andy Palmer berusaha untuk mengembalikan keuntungan produsen mobil asal Inggris ini. Maklum, penjualan Aston Martin sempat menurun tajam setelah krisis keuangan pada 2007-2008.
Aston Martin berencana untuk mengekspansi beberapa lineup mobilnya. Mereka sudah menyiapkan model crossover.
Seperti diketahui, di gelaran Geneva Motor Show 2015 lalu, Aston Martin sudah menyajikan sebuah konsep Crossover bernama DBX. Crossover itu diperkirakan mulai dijual pada 2019.
(rgr/ddn)










































