Keengganan konsumen untuk meminang mobil itu terkait kondisi perekonomian yang lesu, menjadi alasannya.
âKita tahu, kondisi perekonomian saat ini memang tidak mendukung, karena lesu. Pasar ekspor juga mengalami kelesuan seperti China dan Eropa. Sehingga, para pebisnis yang merupakan target market produk ini juga bersikap menunggu perkembangan situasi ekonomi terkait bisnis mereka,â papar Chief Executive Officer PT Auto Trisula Indonesia, Fransiska Renata di sela acara Maserati Lifestyle Journey di Nusa Dua, bali, Selasa (6/9/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
âKondisi yang berat itu semakin bertambah karena nilai tukar rupiah terhadap dolar juga terus melemah,â ujar Fransiska.
Maserati GranTurismo MC Stradale Centennial Edition yang dilengkapi dengan emblem 100th di beberapa bagian itu diluncurkan untuk memperingati 100 tahun berdirinya Maserati di Bologna, Italia.
Varian itu diklaim memiliki bobot yang lebih ringan karena beberapa bagiannya, antara lain kap mesin, interior, serta material pelek, terbuat dari bahan serat karbon.
Meski begitu, Fransiska mengaku mobil-mobil Maserati memiliki potensi yang besar untuk menembus pasar Indonesia. Meski pihaknya baru satu tahun menjadi distributor resmi Maserati di Indonesia, namun dia percaya bakal mampu mencapai target penjualan sebanyak-banyak.
âTapi maaf, kami tidak bisa menyebut berapa volume dari target tersebut. Jadi yang bisa kami sampaikan hanya sebanyak-banyaknya,â kata dia.
Maserati edisi khusus 100 tahun itu diluncurkan di Indonesia 2 Juli lalu. Kehadirannya untuk memperingati 100 tahun pabrikan Maserati yang didirikan oleh Alferi Maserati di Bologna Italia.
(arf/ddn)












































Komentar Terbanyak
Hitung-hitungan Penghasilan Ojol Usai Tarif Aplikasi Dipangkas
Honda 'Brio Listrik' Resmi Meluncur, Segini Harganya
Masa Keemasan Mobil China Disebut Bakal Berakhir