Namun, Mitsubishi Indonesia mengaku masih optimistis dengan mengatakan pasar tetap bertumbuh karena sektor minyak dan gas yang menggeliat, serta adanya tren permintaan di kalangan pehobi.
“Selama ini 60 persen Mitsubishi Triton terserap oleh korporat atau fleet market, dan 40 persen ritel yakni pebisnis individu. Tapi kalau pehobi memang sangat kecil, tapi segmen pehobi ini yang akan terus kita genjot karena trennya juga naik,” ujar Head Group of Mitsubishi Motors Sales PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors, Imam Choiru Cahya, saat dihubungi detikOto di Jakarta, Senin (3/8/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Unsur kemewahan bisa dinikmati di tipe-tipe tertinggi. Unsur ini semakin lengkap dengan hadirnya fitur kenyamanan dan keamanan di generasi terbaru,” kata Imam.
Tren minat masyarakat terhadap pikap double cabin juga terus meningkat seiring dengan perubahan gaya hidup. Pikap kabin ganda itu bukan lagi dianggap sebagai kendaraan niaga, tetapi juga kendaraan penumpang.
“Style-nya sangat mendukung, kenyamanan dan kemewahan tak berbeda dengan kendaraan lain seperti SUV, MPV, atau bahkan sedan, meski wujudnya pikap. Ini daya tariknya,” papar Imam.
Penjualan pikap Mitsubishi Triton, kata Imam, juga terus naik. Jika pada 2013 masih menggenggam pangsa pasar sebesar 39 persen, tahun berikutnya 46 persen. “Dan di tahun ini dari Januari hingga Juni lalu, atau semester satu pangsa pasar produk kami sebesar 50,1 persen,” ucapnya.
Sementara data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyebut, penjualan pikap Mitsubishi Strada Triton sebanyak 7.200 unit atau berada di bawah Toyota Hilux yang sebanyak 9.200 unit. Adapun di tempat ketiga Ford Rangers yang membukukan penjualan sebanyak 2.600 unit.
(arf/lth)










































