Pernyataan Ford yang dilansir Reuters, Jumat (10/7/2015), menyebut bersama mitra lokalnya di China, sepanjang Juni lalu Ford hanya berhasil melego 83.506 mobil. Jumlah tersebut melorot 3 persen dibanding periode yang sama 2014.
Padahal, pada bulan sebelumnya, atau Mei penjualan Ford masih meningkat 4 persen dibanding bulan yang sama tahun lalu. "Kami berharap ada peningkatan pada semester kedua bersamaan dengan produk-produk baru yang telah kami luncurkan , dan melanjutkan momenyum itu dengan meluncurkan sejumlah produk anyar,β papar Chief Executive Officer, John Lawler.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lemotnya penjualan sepanjang semester pertama lalu, berkebalikan dengan pencapaian pada semester pertama 2014. Saat itu penjualan naik 35 persen berkat moncernya penualan SUV Ford Kuga dan EcoSport.
βPelambatan pada semester pertama lalu, pabrikan berusaha memberi ruang model-model baru yang diluncurkan,β ucap Jurubicara Ford.
Sementara itu, Asosiasi Manufaktur Otomotif China baru akan merilis data penjualan pada Jumat (10/7/2015) besok. Sebelumnya, asosoasi pada Maret lalgi sudah mewanti-wanti bahwa penjualan kemungkinan besar akan di bawah penjualan tahun lalu.
Lambatnya penjualan dikarenakan penurunan perekonomian China yang disebut terburuk dalam 25 tahun terakhir.
(arf/arf)












































Komentar Terbanyak
Heboh Avanza-Xpander Cs Bakal Dilarang Isi Pertalite, Pertamina Bilang Begini
Jawaban Pindad soal Prabowo Minta Desain Mobil Khusus Presiden Sapa Rakyat
BYD Luncurkan Denza N9 Flash Charge: Jarak Tempuh 1.520 Km, Ngecas Cuma 9 Menit