Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) optimistis mampu mencapai target pertumbuhan ekspor 10 persen atau sebanyak 175.000 unit pada sepanjang tahun ini. Soalnya, dalam waktu lima bulan, yakni dari Januari hingga Mei ekspor yang dilakukan telah mencapai 75.300 unit.
βDengan sisa waktu masih cukup panjang yaitu sekitar tujuh bulan, diharapkan target ekspor CBU bisa tercapai,β tutur Wakil Presiden Direktur TMMIN, Warih Andang Tjahjono, dalam siaran pers yang diterima detikOto, Senin (29/6/2015).
Menurit Warih, pencapaian sepanjang lima bulan pertama itu setara dengan 43 persen dari target yang diterapkan, 175.000 unit. Adapun tahun lalu, realisasi ekspor mencapai 160.000 unit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara di tahun ini, sepanjang Januari hingga Mei ekspor Vios telah mencapai 19.100 unit atau sekitar 25,4 persen dari total realisasi ekspor. βMelihat tren permintaan Vios yang cukup besar, kami optimistis kinerja ekspor mobil ini bakal lebih baik dibanding tahun lalu,β ucap warih.
Namun, penyumbang angka ekspor terbesar masih dibukukan oleh Toyota Fortuner. Dalam waktu lima bulan, mobil ini telah diejspor sebanyak 21.500 unit atau 28,6 persen dari total ekspor.
Model lain yang diekspor adalah Kijang Innova yang sebanyak 7.000 unit atau sekitar 9,3 persen, Toyora Rush, Yaris, Town Lite Ace, serta Agya sebanyak 27.700 unit atau sekitar 36,8 persen.
Selain ekspor dalam bentuk utuh, Toyota Indonesia juga mengekspor dalam wujud terurai (CKD) dengan volume 6.700 unit. Ekspor ini tercatat mencapai 21.100 unit sebagai besar berupa mesin berbahan bakar bensin sebanyak 17.100 unit dan sisanya berbahan bakar ethanol sebanyak 4.000 unit.
Selain itu juga terdapat komponen kendaraan yang sebanyak 24,6 juta buah.
(arf/arf)











































Komentar Terbanyak
Guru ASN Gugat Aturan Telat Perpanjang SIM Harus Bikin Baru
Pertalite Mau Dibatasi, Kategori Ini Bakal Nggak Bisa Beli Lagi
Miris! Segini Banyak Pengendara yang Akali Pelat Nomor Demi Hindari ETLE