Mereka mendapatkan pengetahuan tentang tata cara pembibitan hingga memanen tanaman kakao, sampai proses pengolahan kakao menjadi coklat. Termasuk pengolahan pupuk kompos di Agro Wisata Kakao di Desa Dencarik, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali, Sabtu (13/6/2015).
"Dari kotoran sapi ini akan diolah menjadi pupuk kompos. Pupuk kompos ini untuk pupuk tanaman kakao," ujar Vini pegawai Agro Wisata Kakao ketika menjelaskan ke para risers.
Tanaman kakao biasanya ditanam di lahan perbukitan. Namun, kata Vini, pemilik agro wisata masih mengujicoba menanam kakao di daerah pesisir pantai. Lokasi agro wisata ini jaraknya sekitar 1 Km dengan garis pantai.
"Ini masih dalam tahap ujicoba menanam di daerah pinggir pantai," ujarnya.
Sementara itu, Rendi Kristanto Tjoandra tim risers 1 dari Jakarta ini mengaku bangga mengikuti Datsun Risers Expedition, karena mendapatkan sedikit banyak ilmu pengetahuan tentang tata cara menanam kakao hingga memanenya, serta pengolahan kakao menjadi coklat.
Setelah mendapatkan penjelasan di lahan, risers juga diajak mengunjungi museum kakao.
Menurutnya, alam Indonesia sangat indah dan bisa ditanami beragam macam tanaman.
"Kita happy dapat pengetahuan baru. Semua orang tahu, setiap hari kita ketemu coklat," kata Rendi.
"Kita bangga dapat mengetahui proses pembibitan, penanaman, memanen hingga mengolahnya jadi coklat. Dan kita juga tahu proses pembuatan kompos dari kotoran sapi," tandas risers asal Jakarta ini.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Resmi Turun, Ini Harga BBM Se-Indonesia Juli 2026
Sah! Malaysia Perketat Impor Mobil Murah China
Penunggak Pajak Kendaraan Dilarang Beli BBM Subsidi