Seperti dilaporkan Daily Mail, Rabu (20/5/2015), adalah Chief Executive Officer Nissan, Carlos Ghosn yang menegaskan janji tersebut. Namun, dia juga berharap aturan tentang mobil otonom itu diterbitkan oleh pemerintah di negara-negara yang bakal menggunakannya.
Hal itu dimaksudkan agar tidak ada pertentangan antara perkembangan teknologi dengan kekhawatiran masyarakat terhadap keselamatan lalu-lintas. βTapi, apakah orang-orang akan bisa meminta pergi dari jalan hingga ada aturan dari pemerintah?β ujar Ghosn.
Menurut Nissan, dari hasil suvei yang dilakukannya terlihat mobil otonom sangat diganderungi oleh kalangan usia muda. Keunggulan teknologi dan kepraktisan menjadi alasan mereka.
Sebelumnya, Google telah melakukan uji jalan mobil yang yang menggunakan teknologi otonom buatannya di jalanan California, Amerika Serikat. Selama prosesi pengujian, pengemudi hanya duduk manis di bangku tanpa menyentuh lingkar kemudi mobil, bahkan rem.
Hanya mobil tersebut belum dilengkapi airbag dan fitur keselamatan lain yang ditetapkan oleh regulator keamanan lalu-lintas. Walhasil tidak boleh melaju hingga melebihi kecepatan 40 km/jam.
Dalam prosesi uji mobil otonom itu, Google menggunakan mobil Lexus. Sedikitnya 11 kecelakaan telah terjadi saat pengujian berlangsung.
(Arif Arianto/Dadan Kuswaraharja)












































Komentar Terbanyak
Ini Dia Wujud Pick Up India yang Sudah Berstiker Koperasi Merah Putih
Agrinas Juga Impor Motor Roda Tiga untuk Kopdes Merah Putih
Muncul Dugaan Indonesia Dijadikan 'Tong Sampah' Pickup India