Seperti dilaporkan Car News China, Rabu (20/5/2015), pemberian pelat nomor secara Cuma-Cuma bagi pembeli mobil listrik asal Amerika Serikat itu dimaksudkan untuk mendorong masyarakat beralih ke mobil tanpa emisi.
Sementara, bagi Tesla, kebijakan itu bisa memacu penjualan produknya.
Maklum, Tianjin merupakan salah satu kota dengan penduduk tajir terbanyak. Sedangkan kalangan berduit itulah yang kini tengah gandrung kepada mobil listrik, karena dianggap sebagai simbol modernitas dan pertanda melek teknologi.
Tak hanya itu, dengan mendapatkan pelat nomor secara gratis juga dinilai sebagai keuntungan tersendiri. Terlebih, untuk menebusnya seseorang harus rela merogoh kocek 20.000 yuan atau sekitar Rp 42, 1 juta. Itu pun harus ditebus ulang dalam jangka waktu tertentu seiring habisnya masa berlaku pelat.
Kebijakan pemberian pelat gratis bagi mobil bersumber tenaga dari arus setrum juga memicu gairah pabrikan lokal untuk membuat mobil tanpa emisi gas buang itu. Sebut sebagai contoh Beijing Auto Senova EV200, Bahkan pabrikan ini juga membebaskan para pembeli produknya untuk bersusah payah mencari pelat nomor layaknya pembeli mobil anyar bermesin konvensional.
Adapun Tesla Model S adalah mobil listrik impor pertama yang mendapatkan fasilitas pelat nomor gratis bagi para pembelinya. Mobil ini di Tiongkok dibanderol 685.000 - 953.000 yuan atau sekitar Rp 1,45 - 2,01 miliar.
(Arif Arianto/Arif Arianto)












































Komentar Terbanyak
Jawaban Pindad soal Prabowo Minta Desain Mobil Khusus Presiden Sapa Rakyat
BYD Luncurkan Denza N9 Flash Charge: Jarak Tempuh 1.520 Km, Ngecas Cuma 9 Menit
Prabowo Minta Pindad Bikin Mobil Presiden Khusus buat Sapa Rakyat