Seperti dikutip dari laman Cars Direct dan sejumlah sumber, Selasa (19/5/2015), ada dua langkah sederhana untuk memastikan kondisi airbag.
Keduanya adalah dengan cara melakukan tes diagnostik di bengkel dan kedua dengan cara melihat lampu indikator yang terterta di cluster meter mobil yang berada di dashboard.
Tes diagnostic bisa dilakukan dengan membawa mobil ke bengkel tertentu. Melalui alat scanner akan bisa diketahui kondisi sensor dan sirkuit airbag, apakah masih dalam kondisi normal atau bermasalah.
Kedua, langkah yang paling mudah dan murah adalah dengan memperhatikan lampu indikator. Umumnya, mobil keluaran baru menggunakan airbag yang dilengkapi lampu indikator. Melalui lampu itulah kita bisa mengecek kondisi peranti tersebut.
Jika lampu berkedip sebanyak 12 kali, berarti voltase baterai lemah. Sedangkan jika 13 kali berarti ada masalah pada sirkuit airbag yang bisa jadi juga mengalami korsleting.
Kedipan 14 kali mengindikasikan ada masalah pada sensor benturan. Kode 21 kali kedipan menunjukan bahwa airbag terpasang dengan tidak benar, dan seterusnya yang bisa dibaca di buku manual mobil.
Jika Anda menemukan masalah tersebut memang tak serta merta harus memperbaikinya sendiri. Anda sangat disarankan untuk membawanya ke bengkel atau mekanik profesional yang memiliki keahlian memperbaiki airbag.
Perbaikan tersebut seyogyanya juga diikuti dengan mengatur ulang atau reset lampu indikator berikut bagian yang bermasalah.
Jika bagian sensor yang harus diperbaiki maka pastikan sinyal tingkat benturan yang sesuai dengan rekomendasi pabrikan, misalnya airbag akan mengembang karena benturan saat mobil melaju 25 kilometer, 20 kilometer, atau bahkan 12 kilometer.
(Arif Arianto/Dadan Kuswaraharja)












































Komentar Terbanyak
Pajak Avanza di Indonesia Rp 5 Juta, Malaysia Rp 600 Ribu, Thailand Rp 150 Ribu
Mobil Listrik China Murah-murah, Kok Suzuki Pede Jual e Vitara Rp 755 Juta?
Bikin Harga Tambah Mahal, Mobil di Bawah Rp 1 Miliar Diusulkan Tak Kena PPnBM