Diberitakan Automotive News, Selasa (12/5/2015), penjualan Toyota di Jerman turun 8,7 persen dalam empat bulan pertama dilihat dari data German Federal Transport Authority. Padahal pasar secara keseluruhan tengah naik 6,4 persen.
Pabrikan asal Jepang ini berniat untuk merestrukturisasi jaringan ritel untuk beradaptasi dengan volume yang lebih rendah. Toyota juga telah membatalkan kontrak dengan 500 diler di Jerman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Struktur diler harus beradaptasi dengan kondisi pasar yang berubah selama 12 bulan ke depan. Kami ingin profitabilitas yang lebih besar per lokasi," kata Schalberger yang sambil menambahkan pelayanan suku cadang tidak akan berpengaruh.
Dalam empat bulan pertama, saingan Toyota yang sama-sama dari Asia tidak merasakan hal yang sama. Penjualan Hyundai naik 10 persen menjadi 31.646 unit dengan pangsa pasar 3 persen.
Volume Nissan naik 10 persen menjadi 24.143 dengan pangsa 2,3 persen. Sementara pangsa pasar Toyota sebesar 2 persen, jauh di bawah 4 persen yang ditargetkan.
Pengamat industri mengatakan, Toyota menderita di Jerman karena lineup-nya yang sudah 'kuno'. Selain itu, Toyota juga fokus pada mobil hybrid bukan menawarkan mobil diesel kompetitif yang populer di pasar Jerman.
(rgr/ddn)












































Komentar Terbanyak
Resmi Turun, Ini Harga BBM Se-Indonesia Juli 2026
Insentif Kendaraan Listrik Molor lagi, Ini Alasan Menkeu Purbaya
Bahlil: Harga BBM Baru Naik 3 Minggu, Masa Udah Ditanya Kapan Turun