"Pada dasarnya secara teknologi kami bisa mengadopsi bahan bakar apa saja yang ditetapkan pemerintah," kata Direktur Produksi dan Logistik PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Edward Otto Kanter
"Yang terpenting, konsumen itu harus percaya teknologi kita bagus, percaya terhadap kita," tambahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita belum tahu persis peraturan itu, kita masih terus memantaunya. Tapi kalau bisnis kami kan selalu menyesuaikan dengan kebijakan pemerintah," kata Suparno Djasmin.
Dalam pemberitaan detikOto sebelumnya PT Pertamina (Persero) secara bertahap akan mengganti keberadaan bensin Premium di SPBU, dengan bensin jenis baru.
Dikatakan bensin jenis baru tersebut ada tambahan aditif yang tidak ada pada bensin premium, yakni EcoSAVE.
EcoSAVE tersebut merupakan salah satu keunggulan dari bensin jenis baru yang kabarnya bernama Pertalite tersebut. Fungsinya, agar membuat kendaraan lebih hemat bahan bakar, dan jarak tempuh lebih jauh dibandingkan dengan Premium.
Zat aditif EcoSAVE ini sebenarnya bukan barang baru, zat ini sudah dicampurkan untuk setiap produk Pertamax RON 92 dan Pertamax Plus RON 95, sampai Pertamina Racing meski RON masing-masing berbeda.
(lth/ddn)












































Komentar Terbanyak
Jawaban Pindad soal Prabowo Minta Desain Mobil Khusus Presiden Sapa Rakyat
BYD Luncurkan Denza N9 Flash Charge: Jarak Tempuh 1.520 Km, Ngecas Cuma 9 Menit
Presiden Prabowo: RI Jangan Cuma Jadi Pasar, Harus Bikin Mobil-Motor Sendiri