Siaran pers Renault-Nissan Alliance yang diterima detikOto, Rabu (8/4/2015), aliansi pabrikan itu menyebut, pikap kabin ganda itu desainnya akan dikerjakan oleh Nissan. Begitu pun dengan fitur dan berbagai pernak-pernik yang menyertainya.
Jika telah diproduksi, pikap itu akan menjadi pikap 1 ton pertama Renault. Soalnya, pabrikan asal Prancis itu, pada akhir tahun ini akan menjajakan varian pikap berbobot setengah ton.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Nissan juga akan memproduksi tiga varian pikap di pabriknya yang berada di Barcelona, Spanyol. Pikap tersebut akan dipasarkan di beberapa wilayah kecuali Amerika Utara. Proses produksi akan dimulai akhir 2020 nanti.
Pabrik Nissan di Barcelona akan memproduksi 120.000 unit kendaraan saban tahunnya untuk tiga mitranya. Sedangkan pabrik di Cordoba, Argentina akan memproduksi sekitar 70.000 unit kendaraan per tahun.
Tingginya kandungan komponen lokal diharapkan bisa meningkatkan pasokan dari mitra lokalnya di Spanyol maupun Argentina.
"Berkat kerjasama dengan Daimler dalam proyek ini kami bisa berbagi biaya investasi di pabrik Cordoba, sementara pada saat yang sama pintu pasar baru juga akan terbuka bagi Aliansi Renault-Nissan, seperti Amerika Latin,” papar Chief Executive Officer Renault-Nissan Alliance, Carlos Ghosn.
Tak hanya itu, kata Ghosn, proyek tersebut juga akan mengoptimalkan kapasitas produksi pabrik Nissan di Barcelona. Dan lebih dari itu akan meningkatkan daya saing produk di segmen yang dinilainya cukup penting itu.
Kongsi pengerjaan proyek antara Daimler dan Renault-Nissan sejatinya sudah berlangsung lama. Bulan ini jalinanan kerjasama itu akan memasuki tahun yang ke-5.
Kerjasama antara tiga pabrikan - Daimler, Nissan, dan Renault - tersebut bermula pada 10 April 2010. Pada saat itu lingkup kerjasama masih terbatas, yakni berkonsentrasi di wilayah Eropa.
Namun setelah itu, kombinasi portofolio produk dan proyek diantara mereka, telah memperluas lingkup proyek kerja sama. Tak kurang dari 13 proyek baik di Eropa, Amerika, dan Asia mereka kerjakan.
“Setelah kerjasama antara Daimler dan Renault-Nissan berlangsung selama lima tahun, kesimpulan saya adalah, semuanya positif,” tutur CEO Daimler Dieter Zetsche.
(arf/ddn)










































