Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) sejak September 2013 lalu telah mengekspor beberapa model produksinya ke wilayah Amerika Tengah dan Selatan. Kini, pabrikan ini berusaha keras untuk menggenjot volume dan memperluas varian yang diekspor.
βMomen dolar yang semakin kuat ini sebenarnya menjadi peluang untuk meraup pendapatan ekspor. Oleh karena itu kami berupaya keras memperluas varian dan volume ekspor ke wilayah Amerika Tengah dan Selatan,β papar Vice President Director TMMIN, Warih Andang Tjahjono, saat dihubungi detikOto.
Menurutnya, sejak dimulai pada September 2013 hingga Januari lalu, ekspor ke kedua wilayah itu telah mencapai 7.900 unit. Model yang banyak dilego ke wilayah itu adalah SUV Toyota Fortuner.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tahun ini Toyota mematok target ekspor 10 persen lebih banyak dibanding tahun lalu yang sebanyak 160 ribu unit. Model terbanyak yang diekspor adalah SUV Toyota Fortuner, yakni sebanyak 4.400 unit atau 29 persen.
Model lainnya, Vios 3.700 unit atau 25 persen. Kemudian Kijang Innova dan Avanza masing-masing 1.200 dan 3.700 unit. Selain itu Toyota Yaris, Agya, Rush, dan Town Ace/Lite Ace yang sebanyak 2.000 unit.
βSelain ke wilayah Amerika, volume terbanyak ke wilayah Timur Tengah. Antara lain ke Arab Saudi, Qatar, Oman, Uni Emirat Arab, dan Bahrain,β ucap Warih.
Selain model utuh, Toyota juga mengekspor mobil dalam bentuk terurai alias completely knock down (CKD), serta alat bantu produksi atau komponen.
(arf/lth)












































Komentar Terbanyak
BBM Shell Kosong, Bahlil: Negara Nggak Cuma Ngurus 1 Kelompok!
Prabowo Mau Buka Pabrik Mobil di RI: Kenapa Kita Jadi Pasar Mobil Orang Lain?
Viral Istri Ketinggalan di Rest Area saat Mudik, Diantar Polisi Naik Moge