Public Relations Manager PT Artha Auto atau Lamborghini Indonesia, Rania Shamlan mengatakan, menguatnya nilai dolar cukup berpengaruh baginya. Sebab, pihaknya menawarkan harga mobil Lamborghini dengan mata uang dolar Amerika.
"Sebenarnya cukup berpengaruh ya. Karena kita memberikan harga ke customer dalam bentuk US dolar," kata Rania di Dharmawangsa Hotel, Jakarta, Kamis (12/3/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita tunggu sementara waktu. Pasti kan dolar enggak selamanya tinggi. Pada saat turun itu ya kita berharap penjualan akan kembali normal lagi," ujarnya.
Sampai sejauh ini, kata Rania, memang belum berdampak pada penjualan. Soalnya, konsumen yang sudah memesan mobil Lamborghini dua bulan belakangan masih menggunakan patokan kurs lama.
"Kalau saat ini belum ada. Karena memang konsumen kita banyak yang set di awal sudah payment sebelum dolar naik. Jadi tidak ada masalah," akunya.
Karenanya, Rania optimistis bisa mencapai target penjualan sebanyak 40 unit tahun ini. Padahal, dolar sempat menyentuh Rp 13.000.
"Target enggak berpengaruh dolar naik. Kita optimis bisa capai target," katanya.
(rgr/arf)












































Komentar Terbanyak
Pasutri Ngerokok di Motor sambil Bawa Bayi-Ditegur Ngamuk, Endingnya Begini
Mobil China Bikin Mata Konsumen Indonesia Jadi Terbuka
Kenapa Pemotor yang Ngerokok Susah Dibilangin?